Berhitunglah dengan Persen, Jangan Nominal.

kebanyakan dari para peserta aktif bursa harian (terutama bagi yang baru mulai bermain saham) selalu merealisasikan keuntungan dengan perhitungan sudah naik berapa rupiah atau berapa tick.

Beli di harga 1.000 naik 3 tick ke 1.030 langsung merealisasikan keuntungan, mengira sudah untung 30 rupiah.
Tetapi dia lupa kalau atas aksi jual beli nya, terdapat Biaya Beli , Biaya Jual & Biaya Pajak. Dan kesemua biaya biaya itu adalah dihitung dengan persen.

Jika kita membeli 10 Lot saham ABCD di harga 1.000
Maka modal yang kita keluarkan adalah sebesar 1.000.000 (10 * 100 * 1.000)
Maka Biaya beli yang kita keluarkan adalah sebesar 1.500 Rupiah (0.15% jika mengacu pada biaya beli Mirae)

Jika kita kemudian menjual nya di harga 1.030
Maka uang yang akan kita terima adalah sebesar 1.030.000 (1.030 * 100 * 1.000)
Maka biaya jual + pajak yang akan kita tanggung adalah sebesar 2.575 (0.25% jika mengacu pada biaya jual + pajak Mirae)

Jika kita hitung, dengan membeli di harga 1.000 dan menjual di harga 1.030, keuntungan bersih yang kita dapatkan hanyalah 2.59%, bukan 3%.
13.6% dari keuntungan kita harus dipotong untuk biaya jual beli yang kita lakukan.
Artinya dari 100% keuntungan kotor yang kita dapatkan, 13.6% nya terpakai untuk biaya, sehingga hanya menyisahkan 86.4% sebagai keuntungan bersih untuk kita.

Naik turunnya harga pada bursa IHSG di bagi menjadi beberapa Fraksi

Dalam tabel diatas bisa kita baca sebagai berikut:

* Semua emiten yang ada di rentang harga 50 sampai 199 Rupiah, naik turun setiap tick (per kenaikan) adalah sebesar 1 Rupiah, dengan maksimal kenaikan atau penurunan harian maksimal sebesar +35% atau -35%.
Jika dalam 1 hari terjadi kenaikan sampai maksimal +35% itu disebut ARA (Auto Reject Atas)
Jika dalam 1 hari terjadi penurunan sampai maksimal -35% itu disebut ARB (Auto Reject Bawah)

* Semua emiten yang ada di rentang harga 200 sampai 499 Rupiah, naik turun setiap tick (per kenaikan) adalah sebesar 2 Rupiah, dengan maksimal kenaikan atau penurunan harian maksimal sebesar +25% atau -25%.
Jika dalam 1 hari terjadi kenaikan sampai maksimal +25% itu disebut ARA (Auto Reject Atas)
Jika dalam 1 hari terjadi penurunan sampai maksimal -25% itu disebut ARB (Auto Reject Bawah)

* Semua emiten yang ada di rentang harga 500 sampai 1.999 Rupiah, naik turun setiap tick (per kenaikan) adalah sebesar 5 Rupiah, dengan maksimal kenaikan atau penurunan harian maksimal sebesar +25% atau -25%.
Jika dalam 1 hari terjadi kenaikan sampai maksimal +25% itu disebut ARA (Auto Reject Atas)
Jika dalam 1 hari terjadi penurunan sampai maksimal -25% itu disebut ARB (Auto Reject Bawah)

* Semua emiten yang ada di rentang harga 2.000 sampai 4.999 Rupiah, naik turun setiap tick (per kenaikan) adalah sebesar 20 Rupiah, dengan maksimal kenaikan atau penurunan harian maksimal sebesar +25% atau -25%.
Jika dalam 1 hari terjadi kenaikan sampai maksimal +25% itu disebut ARA (Auto Reject Atas)
Jika dalam 1 hari terjadi penurunan sampai maksimal -25% itu disebut ARB (Auto Reject Bawah)

* Semua emiten yang ada di rentang harga 5.000 dan seterusnya, naik turun setiap tick (per kenaikan) adalah sebesar 25 Rupiah, dengan maksimal kenaikan atau penurunan harian maksimal sebesar +20% atau -20%.
Jika dalam 1 hari terjadi kenaikan sampai maksimal +20% itu disebut ARA (Auto Reject Atas)
Jika dalam 1 hari terjadi penurunan sampai maksimal -20% itu disebut ARB (Auto Reject Bawah)

Nah, dari seluruh isi artikel ini, semua dihitung menggunakan Persentase.
Fee Jual Beli menggunakan persentase
Batas atas dan bawah menggunakan persentase.
Artinya kita juga harus menggunakan persentase dalam patokan membeli dan menjual.

Sekarang coba perhatikan 2 emiten yang sama sama berada dalam Harga diatas 5.000 dengan Fraksi naik turun per tick adalah sebesar 25 Rupiah.

Jika kita membeli 20 Lot JSMR di harga 5.250 (total 10 juta) dan setelah naik 8 Tick (naik 8 tingkat harga) kita realisasikan keuntungan.
Maka keuntungan bersih yang kita dapatkan dengan menjual JSMR di harga 5.450 (naik 8 Tick atau 200 Rupiah) adalah sebesar 3.39% net setelah di potong biaya jual beli.

Tetapi jika kita membeli 10 Lot AALI di harga 10.450 (total 10 juta) dan setelah naik 8 Tick (naik 8 tingkat harga) kita realisasikan keuntungan.
Maka keuntungan bersih yang kita dapatkan dengan menjual AALI di harga 10.650 (naik 8 Tick atau 200 Rupiah) adalah hanya sebesar 1.51% net setelah di potong biaya jual beli.

Coba perhatikan…..
Sama sama beli sebanyak 10 juta, sama sama naik 8 tick (200 Rupiah), tetapi JSMR memberikan kita keuntungan sebesar 3.39% net, sementara AALI hanya memberikan kita keuntungan sebesar 1.51% net.

Mengapa?
Karena kita menghitung untung rugi dengan rupiah, sementara bursa menghitung untung rugi dengan persen.

Hal ini sangat penting untuk diperhatikan….
Karena uang kita adalah terbatas, maka kita harus mencari yang paling maksimal untuk keuntungan kita.

Jika kita merealisasikan keuntungan JSMR 8 Tick sebesar 3.39% , maka sudah seharusnya kita merealisasikan keuntungan ketika AALI naik sampai 16 Tick dengan persentase yang sama 3.41%

Jika kita menargetkan realisasi keuntungan sebesar 8 tick, buat apa kita membeli saham saham yang harganya jauh meninggalkan 5.000 Rupiah?
bukankah lebih baik kita beli saja saham saham yang bergerak di rentang harga 4.900 sampai 5.100?
Sebagai retail, kita semua menghadapi masalah yang sama… yaitu uang yang terbatas.

Uang kita hanya ada 10 juta (hanya ilustrasi),
Jika kita belikan emiten di harga 5.250 dengan target 8 tick, kita bisa mendapatkan keuntungan sampai 3.39%.
Tetapi jika kita belikan emiten di harga 10.450 dengan target 8 tick juga, keuntungan yang kita dapatkan hanya tinggal 1.51%

Uang 10 juta jika kita belikan emiten dengan harga 5.250 dengan 8 tick bisa memberikan kita keuntungan secara rupiah sebesar 33.900 Rupiah (3.39% dari 10jt).
Tetapi 10 juta jika kita belikan emiten dengan harga 10.450 dengan 8 tick hanya memberikan kita keuntungan secara rupiah sebesar 15.100 Rupiah (1.51% dari 10jt)

Jadi begitulah kira kira mengapa kita harus selalu membiasakan menghitung dengan persentase.

Mau Take Profit kek, mau Cut Loss kek….
Hitunglah dengan Persentase, jangan dengan Rupiah

Bagikan :
About Kakdr 174 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Strategy Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*