Dahsyatnya Strategi Kombo Compounding Plus Top Up

Tes

Apakah paman & bibi tahu, kalau misalnya 10 tahun yang lalu kita menabung uang sebesar 6.000.000 dengan bunga 5% pertahun compounding, maka hari ini uang 6.000.000 tersebut sudah berkembang menjadi 9.773.367?
Compounding dalam bahasa Indonesianya adalah bunga majemuk atau bunga berbunga.

6.000.000 menjadi 9.773.367 itu artinya telah tumbuh sebesar 62.89% hanya dengan didiamkan saja selama 10 tahun.
Kenapa bisa begitu? Inilah dahsyatnya Compounding.
Syaratnya cuma 1 , suku bunga selama 10 tahun harus tetap 5% per tahun.

Bahkan Albert Einsten mengatakan kalau Compounding adalah keajaiban dunia yang kedelapan.

Jika awal tahun 2018 kita menabung uang sebesar 6 juta di bank dengan suku bunga 5% setahun, maka di akhir tahun 2018 bunga yang kita dapatkan adalah sebesar 300.000, dan diakhir tahun 2019 bunga yang akan kita dapatkan adalah sebesar 315.000, dan diakhir tahun 2020 nanti bunga yang akan kita dapatkan adalah sebesar 330.750

Hanya Compounding

Ini adalah tabel hitungan selama 10 tahunnya.
Di tahun pertama, uang 6.000.000 akan menghasilkan keuntungan (bunga) 5% sebesar 300.000
Di tahun kedua, uang 6.000.000 ditambah 300.000 akan kembali menghasilkan keuntungan (bunga) 5% sebesar 315.000
Di tahun ketiga, uang 6.000.000 ditambah 300.000 ditambah 315.000 akan kembali menghasilkan keuntungan (bunga) 5% sebesar 330.750
dan seterusnya sampai tahun ke 10
Bunga yang didapatkan setiap tahunnya dapat di lihat di tabel ilustrasi yang ada diatas.

Jadi Selain biang uang kita, bunga yang dihasilkan pun akan menghasilkan bunga lagi. Inilah yang dimaksud dengan Compounding Interest. Bunga majemuk atau bunga berbunga.

Nah, sekarang coba jika kita kombinasikan dengan rajin menambah tabungan setiap tahunnya sebanyak 6.000.000 juga

Compounding plus menabung rutin

Coba perhatikan dan bandingkan kolom bunga (5%) pada ilustrasi Hanya Compounding dan ilustrasi Compounding plus menabung rutin.

Jika pada ilustrasi hanya compounding, bunga yang kita dapatkan di tahun ke 1 adalah sebesar 300.000 dan bunga tahun ke 10 adalah sebesar 465.398

Maka pada ilustrasi compounding plus menabung rutin, bunga yang kita dapatkan di tahun ke 1 adalah sebesar 300.000 sementara bunga tahun ke 10 adalah sebesar 3.330.131

Jadi dengan menambahkan faktor rajin menabung, bunga di tahun ke 10 yang awalnya adalah sebesar 465.398 mengalami efek perkembangan sebesar 7.15X lipat menjadi 3.330.131

Itu hanya membandingkan compounding tanpa menabung rutin dengan compounding plus menabung rutin.
Bagaimana kalau kita tambahkan lagi faktor lain yang ada di saham, yaitu capital gain?

Kalau kita menabung di bank, maka pokok uang kita itu sifatnya adalah tetap. Kalau pokok tabungannya di awal adalah sebesar 6.000.000 maka sampai kapanpun juga pokok nya tetap 6.000.000 kecuali ada penambahan.

Tetapi di saham beda.
Jika kita membeli 100 lot saham ABCD di harga 600 rupiah (total 6.000.000) kita memiliki kesempatan menjualnya di harga yang lebih tinggi dari 600 rupiah.
Sementara pokok tabungan kita di bank yang sebesar 6.000.000 rupiah juga , gak ada yang bersedia beli di harga 7.000.000 misalnya.

Jadi jika kita mau mengubah sedikit sudut pandang kita, dengan membeli saham yang rutin membagikan dividen 5% pertahun sama aja kayak kita menabung di bank dengan bunga 5% per tahun.
Hanya bedanya kalau di tabungan uang 6.000.000 itu gak bisa naik turun. sementara kalau dibelikan saham, harganya bisa naik turun.
Tetapi keputusan menjual atau tidak kan ditangan kita. kalau harga lagi turun ngapain kita jual?
Yang turun itu kan harganya, bukan lot nya.
Justru ketika harganya turun, persen dividen nya malah naik jika kita beli lagi.
Tapi ingat!!! yang penting saham yang kita beli memiliki keystat yang baik, dan terutama harus memiliki history rutin dividen

Lalu bagaimana dengan kombinasi nabung rutinnya? apakah terus menerus membeli saham yang sama?
Jangan dong….

Bursa itu ada lebih dari 600 emiten. Artinya ada banyak pilihan bagi kita, asal kita bisa sabar dan masuk pada saat yang tepat.
Kalau tidak menemukan saham yang baik secara keystat dan rutin membagikan dividen, duitnya ya kita taro dulu di bank.

Jika dari 600 emiten di bursa anggaplah hanya 10% nya saja yang memiliki keystat baik dan rutin dividen, itu artinya sudah ada 60 emiten yang bisa kita beli.
Jika per emiten kita membeli 6 juta rupiah saja, itu artinya total kita sudah membutuhkan uang sebesar 60 juta rupiah (6 juta * 10 emiten).
Itu kalau cuma ada 10 emiten yang baik, sementara berdasarkan screening terakhir yang gue lakukan pada artikel IHSG TOP 20 & 134 Emiten Rutin Dividen – Update 08Nov19 total emiten IHSG yang rutin membagikan dividen minimal 3 tahun terakhir itu jumlahnya ada 134 emiten.
Anggaplah 20% nya aja yang memberikan dividen yield diatas 5% itu artinya sudah ketemu 26 emiten.
Artinya sekarang kita sudah membutuhkan uang sebesar 156 juta (6jt * 26 emiten)

Emiten emiten yang lulus persyaratan itu kita bisa anggap sebagai bank A , bank B , bank C dan seterusnya.
Jika harganya kemudian naik / turun kita tidak usah terlalu pusingin, tetap fokus aja ke apakah dividen nya masih sebesar 5% misalnya.

Selama keystatnya baik, harga turun lebih banyak justru lebih bagus.
Jika kita membeli sebuah saham yang harganya sudah turun 50% dari 1.000 ke 500, maka jika kemudian harga nya naik kembali ke 1.000 kita malah bisa mendapatkan keuntungan 100% jika kita jual. (baca : Matematika – A Turun ke X & X Naik ke A) dan jika kita berhasil merealisasikan penjualan sebuah saham dengan keuntungan sebesar 100% , maka dengan menjual 1 saham tersebut, kita bisa membeli 2 saham baru masing masing sebesar 6 juta rupiah. Artinya dividen yang akan kita terima selanjutnya akan bertambah besar sebanyak 1X lipat. Jual 1 bisa beli 2 , jual 10 bisa beli 20.
Semakin banyak emiten, semakin besar kesempatan kita memiliki saham saham yang sedang naik tinggi (baca : Banyak Emiten Banyak Kesempatan)

Lalu bagaimana jika ternyata setelah setahun, walaupun berhasil mendapatkan dividen 5% tetapi equity malah turun?
Nah ini kita juga harus mengubah sedikit sudut pandang kita.

Kalau target 1 tahun keuntungan kita adalah sebesar 5% namun tidak tercapai, compound kan saja target tersebut di tahun ke dua.

Jika di akhir tahun pertama uang kita tidak berhasil mencapai angka 6.300.000
* Lihat akhir tahun kedua, apakah berhasil mencapai angka 6.615.000?
Jika tercapai, itu sama aja artinya kita berhasil meningkatkan uang kita sebesar 5% per tahun selama 2 tahun. Jika tidak tercapai?
* Lihat akhir tahun ketiga, apakah berhasil mencapai angka 6.945.750?
Jika tercapai, itu sama aja artinya kita berhasil meningkatkan uang kita sebesar 5% per tahun selama 3 tahun. Jika tidak tercapai?
* Lihat akhir tahun keempat, apakah berhasil mencapai angka 7.293.038?
Jika tercapai, itu sama aja artinya kita berhasil meningkatkan uang kita sebesar 5% per tahun selama 4 tahun. dan seterusnya.

Target tahunan jangan dipaksakan harus tercapai, kita bisa memperbesar kemungkinan mencapainya dengan menambahkan faktor waktu.
Menunggu…..
Toh selama menunggu, tiap tahun kita dapat dividen kan? dan dividen itu sifatnya real (baca : Harta dan Harga) Harga bisa naik turun, sementara dividen itu sifatnya sudah pasti. sekali melewati cum date (baca : Pengertian Istilah pada Dividen – Cum Date, Ex Date & Payment Date kalau belum mengerti istilah pada dividen), kita sudah pasti akan mendapatkannya. Nah dividen itu bisa kita gunakan untuk menambah porsi saham kita yang sedang turun banyak, atau mau dijadikan semangkok bakso itu terserah kita. hehehe

Jika bisa diterapkan dengan disiplin dan sabar, seperti yang dikatakan Albert Einstein

Compound interest is the eighth wonder of the world. He who understands it, earns it … he who doesn’t … pays it.

Compound interest is the most powerful force in the universe.

Compound interest is the greatest mathematical discovery of all time.

Artikel ini memiliki hubungan juga dengan artikel Target, Compound dan (Waktu)

About Kakdr 238 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*