Jakarta – 3 January 2020

Rasanya baru kemarin gue publish cerita Day 1 – Zurich (Swiss) 13 Desember 2019. Kok sekarang uda di rumah lagi. Hehehe

Hari terakhir kami di Munich (Jerman) kami habiskan di hotel saja. Setelah sarapan pagi, kami gunakan waktu tersisa untuk repacking koper sambil menunggu waktu check out untuk menggunakan fasilitas antar jemput hotel untuk membawa kami ke Airport Zurich. Tiba di airport sekitar jam 12.30 kami kemudian makan siang dan berkeliling sebentar sebelum akhirnya check in, masuk pesawat jam 15.15 waktu Zurich dan akhirnya mendarat di Bandara Soekarno Hatta jam 14.30 WIB.

Inilah peta perjalanan kami kali ini. Perjalanan 22 hari Euro Trip 2019 kami kali ini, kami mengunjungi 7 negara yaitu Swiss (Zurich – Interlaken – Lauterbrunnen – Zermatt), Italy (Venice – Roma), Hungaria (Budapest), Austria (Vienna), Slovakia (Bratislava), Ceko (Prague), dan Jerman (Munich).
Dari Swiss ke Italy kami sepenuhnya menggunakan kereta, dari Roma (Italy) ke Budapest (Hungaria) kami menggunakan pesawat terbang untuk menghemat waktu. Selanjutnya dari Budapest (Hungaria) ke Vienna (Austria) sampai Prague (Ceko) kami kembali menggunakan kereta. Dari Prague (Ceko) ke Munich (Jerman) tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan bus dan kembali berkereta dari Munich (Jerman) kembali ke Zurich (Swiss).
Kami sempat mencoba kereta cepat Italy dan Jerman. Menurut gue sih secara kecepatan, kereta cepat Jerman lebih cepat, tetapi tempat duduknya lebih enak kereta cepat Italy.

Perjalanan menggunakan Eurail Globall Pass terasa banyak menghemat biaya perjalanan. Dengan tiket terusan Flexi 10 Days yang berlaku selama 2 bulan, kita bebas menentukan hari apa kita mau menggunakan kereta tanpa harus berurutan. Pada tanggal kita menggunakannya, maka selama 24 jam (dimulai jam 00.01 sampai 23.59 hari itu) kita bebas menggunakan kereta berapa kalipun kita mau, dan itu gratis selama tidak ada syarat harus reservasi tambahan.

Seperti contoh tanggal 18 Desember 2019 kami 3x berpindah tempat dari Interlaken menuju Spiez dilanjutkan menuju Visp dan akhirnya berhenti di Zermatt. Yang paling penting harus kita lakukan sebelum naik kereta adalah, mengisi lembar journey details. Didalam kereta akan ada kondektur yang akan memeriksa tiket perjalanan kita. Dan bagi turis seperti kita yang menggunakan Eurail Globall Pass, dia akan mencap (tidak selalu diperiksa sebenarnya) di baris perjalanan kita saat itu.

Yang gue rasakan dari orang eropa itu adalah mereka sangat disiplin dan taat aturan.
Eurail Global Pass itu terdiri dari 2 kelas, yaitu 1st class dan 2nd class. Kalau kita ketahuan duduk di gerbong kelas 1 sementara kita memegang pass kelas dua, kondektur nya tidak akan segan segan mengusir pindah gerbong walaupun tempat duduk di gerbong kelas satu tersebut kosong melompong.

Pernah 2x kami duduk di gerbong kelas dua (karena kereta uda mau berangkat, jadi sembarangan duduk aja deh hehehe), dan ketika diperiksa, kami dipersilahkan untuk pindah ke gerbong kelas 1. Dikasih tau gerbong kelas satu cuma dua gerbong didepan, pindah aja.

Pemandangan orang orang yang kemudian terpaksa dorong dorong koper pindah gerbong (biasanya sih penumpang asia) karena ketahuan duduk di gerbong kelas satu pasti ada aja di tiap perjalanan.

Bersambung….

About Kakdr 240 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*