PTBA – BUMN dengan Dividen Rutin

PTBA adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang rajin membagikan dividen semenjak tahun 2013

Dividen dari BUMN / BUMD merupakan salah satu sumber dari APBN / APBD (Anggaran PENDAPATAN & Belanja Negara) sehingga untuk tahun tahun kedepan, hampir pasti PTBA masih akan terus membagikan dividen.

Jika kita menghitung rata rata dividen yang dibagikan oleh PTBA 3 tahun terakhir ini, akan didapatkan angka 227.69 Rupiah.
Dan jika kita bandingkan dengan harga 2.940 akan didapatkan Yield sebesar 6.97% Net.

Sekarang mari kita asumsikan bahwa dividen PTBA untuk tahun tahun mendatang SEPAROH saja dari rata rata dividen 3 tahun terakhir sebagai pengaman kita, di angka 113.84 (227.69 / 2) Yield (Ongkos Tunggu) tahunan ada di angka 3.48% Net.
Ingat…. 3.48% Net ini kita sudah potong separoh dari rata2 dividen 3 tahun. JIKA ternyata tahun depan PTBA membagikan dividen lebih besar dari 113 Rupiah, maka yield nya akan lebih tinggi.


Mencari tahu Maksimal Risk

Perlu diketahui bahwa di harga 2.940 PTBA masih belum memenuhi syarat standard Pisau Jatuh yang turun minimal 50% dari harga tertingginya.
baca : http://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-2-basic-strategy/
Tetapi berdasarkan pengalaman, sangat jarang sebuah emiten bluchip bisa turun sampai 50% dari harga tertingginya.
Tetapi jika anda tetap ingin berpatokan pada Pisau Jatuh Minimal 50% dapat di download templat di : http://kakdr.com/avg-tp-plan-template-ala-kakdrway-upd-april-2019/

Dan juga tujuan PTBA ini adalah mengincar Dividen nya sambil menunggu waktu Take Profit.

Ilustrasi hanya menghitung Averaging Down sampai harga 1.008 (1X Biang + 3X AVG) dengan alasan bahwa jika harga turun sampai 1.008 Rupiah, itu artinya Dividen Yield yang menggunakan hanya separoh dari rata rata dividen yield 3 tahun terakhir sudah mencapai 10% net.
30% jika menggunakan dividen tahun 2019

Jika (ini jika) harga ternyata benar benar jatuh sampai 1.008 Rupiah (Averaging Down terakhir) maka dengan pembelian nominal yang sama sekitar 2.800.000, total total kita akan memiliki 72 Lot dengan modal rata rata per lembar 1.064 Rupiah.
Perlu diingat…. Jika harga turun sampai 1.008 Rupiah, itu artinya harga sudah turun sampai 79.38% dari harga tertingginya 5 tahun namun masih naik 21% dari harga terendahnya di 833 rupiah tahun 2016

Sebagai BUMN, seharusnya PTBA ini jauh dari kata bangkrut, karena statusnya juga mewakili muka negara.

Lalu bagaimana dengan TP Plan nya?
dalam tabel diatas gue menggunakan patokan TP +50% dan +100% (bagi 2X jual). 
Mengapa +50% dan +100%?
Perlu diketahui bahwa, Jika harga dari 1.000 turun ke 500 itu artinya turun -50%, tetapi harga dari 500 naik ke 1.000 itu artinya naik +100%. Dengan memanfaatkan matematika dasar ini saja sebenarnya kita sudah bisa cari uang di bursa. hanya dibutuhkan kesabaran dan diversifikasi saja untuk memperbesar probabilitas dan mempercepat realisasi keuntungan.
baca : http://kakdr.com/turun-30-cuan-50/

Kapan TP? Nah ini yang gue gak bisa jawab. 
Tapi kalau setahun kita hanya menargetkan uang kita bertumbuh 15%, maka, maka jika 5 tahun kemudian harga PTBA baru naik ke 21.750 rupiah, itu sudah sama artinya dengan pertumbuhan 15% pertahun baca: Target, Compound dan (Waktu) belum termasuk dividen selama menunggu (jika ada)

Ada 1 mindset yang harus kita tanamkan adalah, KALAU kita sanggup tahan Floating Loss sampai 30% tanpa Cut Loss, MAKA kita harus sanggup juga tahan Floating Profit sampai +30% atau +60% baru Take Profit. Terkesan sepele, tapi ini sebenarnya sangat penting.

PS. Keras!
Post ini hanyalah ilustrasi dan sharing pandangan, BUKAN ajakan membeli ataupun menjual.
Perlu diketahui bahwa menangkap pisau jatuh mengandung resiko.
Namanya aja MenangkapPisau Jatuh
Oleh karena itu harus dipikirkan benar benar, dan harus yakin benar benar kalau analisa kita itu sudah benar.

About Kakdr 240 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*