TLKM – Ayo Nabung Saham

Sejak harga tertingginya di 4.800 (pertengahan tahun 2017), di harga 3.540 (Closing 22 Mei 2019) TLKM sudah turun 26%. Sebagai 1 dari 11 Superchips IHSG TLKM termasuk emiten yang bisa menggerakan naik turun IHSG harian karena besarnya porsi di IHSG. Harga TLKM sekarang sudah ada di harga awal tahun 2017.

Harga terendah TLKM tahun 2016 kira kira ada di harga 3.000.
Jika kita melihat dari sudut pandang inflasi, dengan inflasi tahunan sebesar 7%, setelah 4 tahun dengan hitungan Compounding, sewajarnya harga TLKM akhir tahun 2019 ada di harga 3.932

TLKM adalah termasuk salah satu BUMN yang rutin menyumbangkan dividen untuk APBN. Oleh karena itu kemungkinan TLKM sampai bangkrut itu adalah NOL. Belum lagi jika kita melihat bahwa TLKM adalah raja komunikasi di Indonesia.

Rata rata dividen TLKM 3 tahun terakhir (2016 s/d 2018) adalah sebesar 133 Rupiah (120 Net) atau yield sebesar 3.3% net pertahun.
Jika kita asumsikan rata2 dividen tahun tahun mendatang adalah 80% saja dari rata2 dividen 3 tahun terakhir (96 Rupiah), MAKA jika kita mulai masuk di harga 3.540 kira kira ongkos tunggu (dividen) yang akan kita dapatkan adalah sebesar 2.7% net.

Secara Keystat pun kita bisa melihat bahwa hanya PBV yang tidak sesuai standard screening ala Kakdr Way. Tetapi mengingat status dan jenis usahanya, menunggu sampai PBV dibawah 1X itu mungkin tidak akan pernah terjadi.

Ini artinya kalau kita mau mulai beli TLKM di harga 3.540, sudah jelas tujuan nya adalah Menabung.
Mengharapkan harganya turun (minimal sideways) setelah kita beli. dalam jangka waktu yang cukup panjang. Supaya kita punya cukup waktu untuk memperbanyak posisi lot kita. Sekarang ayo kita cari tahu maksimal Risk yang kira kira akan kita hadapi.


Untuk TLKM, gue menggunakan asumsi maksimal 2X Averaging Down (Setiap turun 30% dari harga terakhir beli) dan Target Profit +50% & +100% secara bertahap.
Mengapa hanya 2X Averaging Down?

Karena berdasarkan histori, Harga terendah TLKM dalam 5 tahun terakhir hanya ada di harga 2.085 (harga terendah 3 tahun terakhir ada di harga 3.000)

Jika (ini jika) ternyata harga TLKM bisa turun dibawah harga terendah 5 tahunnya, maka di harga 1.734 (AVG ke 2) itu sudah turun sebesar 17%. Bisa terjadi namun kecil kemungkinannya.

Jika kita hanya berhasil masuk di harga 3.540 (target jual bisa dilihat di tabel) target jual adalah di harga 5.310 (+50%) dan 7.080 (+100%) berapa lama? gak tau!. Tetapi selama menunggu kita sudah hampir pasti mendapatkan ongkos tunggu 2.71% net pertahun
ps. TLKM tahun 2019 ini belum membagikan dividen, jadi kalau kita beli sekarang, dalam waktu dekat sudah dapat ongkos tunggu pertama

Jika kita berhasil AVG di 2.478 (ngarep) maka target jual nya ada di harga 3.717 (+50%) dan 4.956 (+100%) dengan ongkos tunggu di 3.87% net pertahunnya.

Jika kita berhasil AVG lagi di 1.734 (lebih ngarep) maka target jual nya ada di harga 2.601 (+50%) dan 3.468 (+100%) dengan ongkos tunggu di 5.54% net pertahunnya.
Tetapi jika sampai berhasil beli di 1.734 rasanya gue uda gak bakalan jual lagi. karena untuk tahun tahun kedepan pasti dividen yang dibagikan akan bertambah besar. Ini Telkom Bung!!!

Akhirnya, harus diingat, bahwa gue adalah penangkap pisau jatuh. Gue tidak mengharapkan setelah beli langsung naik. Justru sebaliknya, gue mengharapkan turun. Mengapa gue mengharapkan turun? Enaknya Menangkap Pisau Jatuh. Tujuan dari TLKM ini adalah Menabung. semakin lama dia sideways semakin baik, semakin dia turun semakin baik lagi.

Baca juga :
Emiten Emiten Pisau Jatuh : http://kakdr.com/category/pisau-jatuh/
Bukan Pisau Jatuh : http://kakdr.com/category/pisau-tidak-jatuh/

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*