TOTO , Pisau Jatuh?

TOTO termasuk salah satu emiten di porto gue yang ketika dia turun gue justru bahagia.

Hampir setiap hari gue lewatin pabriknya yang ada di jalan raya serpong.
Dan semenjak 2016 ketika harganya mulai turun, TOTO justru memperbesar bangunan pabriknya.

Ada satu persamaan dari emiten emiten IHSG yang ada unsur Jepang sebagai pemegang saham mayoritas. Yaitusetiap Tahun selalu rutin bagi dividen. hihihihi
dan Nominal dividen nya selalu berfluktuasi, yang artinya dividen yang dibagikan memang mengikuti besaran keuntungan nyata. Tapi yang jelas emiten ini setiap tahunnya selalu 2X bagi dividen!!!

Tanpa Hutang, ROE mencapai 16%, artinya modal TOTO bisa lipat 1.1X dalam 5 tahun, lipat 3.4X dalam 10 tahun.

Bisakah? secara logika seharusnya bisa. WHY? karena brand TOTO sudah sangat kuat, ada berapa Urinoir dan Kloset di rumah lu? kalau di kalikan dengan satu komplek? kalau dikalikan dengan satu perumahan?
Pernah gak lu perhatikan merk kloset dan urinoir yang di pake di mal mal? di perkantoran? di gedung? dll dll dll?

Belum lagi menghitung pembangunan yang gencar di negara kita, yang sedang dibangun, dan yang akan dibangun.
Jadi TOTO tidak akan takut kehabisa orderan di tahun tahun mendatang.

Oke sekarang berhenti menghayalisa, mari kita coba cari tau Maksimal Risk nya dulu…..

ilustrasi menggunakan tabel Avege dan Tepe Plan ala Kakdr Way. Dapat di unduh disini

Berdasarkan tabel, dapat diketahui jika mulai membeli di harga 402, dan kemudian harga terus turun sampai 50 (terakhir Averaging Down di 66 Rupiah), Maka dibutuhkan total dana yang dibutuhkan untuk averaging down adalah sebesar 24.495.653 Rupiah (sudah termasuk fee beli 0.19%). Dan Rata2 harga perlembar secara total adalah 136 Rupiah.
Artinya jika kita beli sampai di harga 50 dan kemudian rebound, maka di harga 137 rupiah kita sudah BEP.

Tetapi jika berdasarkan history harga 5 tahun terakhir, harga terendah berada di harga 264, maka hanya dibutuhkan 1X Averaging down saja di harga 281. Tetapi untuk amannya, marilah kita persiapkan Averaging Down 1X lagi (JIKA) harga jatuh sampai 196 Rupiah

Perlu diketahui, berdasarkan kebiasaan, jika kita menganggap masa depan adalah sama dengan masa lalu, maka dengan asumsi dividen yang dibagikan di tahun tahun mendatang adalah 12.66 Rupiah (rata2 dividen 3 tahun terakhir), maka dengan semakin turunnya harga, artinya dividen yield nya semakin besar. Ongkos tunggu nya semakin besar….

Diharga 402 Rupiah, potensi Ongkos tunggu yang bisa kita dapatkan adalah sebesar 2.83% jika mengacu pada rata rata dividen 3 tahun. Dan naik menjadi 4.05% jika kita berhasil Averaging Down di harga 281 Rupiah. Menjadi 5.81% jika berhasil averaging down di harga 196 Rupiah….
Tapi sudahlah, jangan menghayal lagi…. ini kan lagi cari tau Maksimal Risk hihihihi….

Tapi perlu diketahui, jangan mengharapkan bisa cepat dapat capital gain di ini barang. Dengan Kepemilikan Public dibawah 5% yang hanya 7.64% rasanya yang pegang ini barang pun malas untuk jual belikan. Dividen 2X setahun man…..

Jadi kalau lu mau beli saham model begini, setelah beli jangan mengharapkan bisa cepat mendapatkan Capital Gain, tapi justru harepin dia turun lagi. Turun sedalam dalamnya kalau bisa.

Lalu TePe Plan nya gimana?
ya seperti biasa…..
TePe sekaligus di posisi cuan +50% atau TePe bertahap separoh di +50% separoh di +100% atau mau buat warisan anak cucu.

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

1 Comment

  1. Sepertinya tanpa latar pendidikan sulit untuk investasi saham / judi saham karean banyak yang harus dipelajari sementara umur sudah tidak muda dan daya tangkap terhadap sesuatu yang baru / belajar lagi sudah “lemot”

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*