JTPE – Hasil dari Sebuah Perencanaan

JTPE ini adalah contoh nyata dari strategi KakdrWay yang lebih mengedepankan perencanaan dengan screening sederhana.
Strategi Menangkap Pisau Jatuh dengan syarat utama Dividen Rutin yang didukung oleh keystat PBV & DER rendah, ROE positif (baca : Syarat & Strategi Dasar Pemilihan Emiten ala KakdrWay)

Dibeli sejak bulan september 2014 di harga 280, selama 4 tahun (sampai 2018) menunggu kesempatan Take Profit (baca : Strategi Dasar AVG & TP ala KakdrWay) sambil menerima ongkos tunggunya.
Selama menunggu, total dividen yang gue terima adalah 10 Rupiah (2015) , 43 Rupiah (2016) , 15 Rupiah (2017) & 32 Rupiah (2018). Total adalah sebesar 100 Rupiah (90 Net setelah dipotong pajak) atau sebenarnya 32% dari modal beli sudah kembali.

Tetapi seperti yang gue selalu bilang, ada naik pasti ada turun, ada naik dan naik pasti ada turun dan turun. Oleh karena itu gue lebih mementingkan realisasi keuntungan daripada mengharapkan harga terus naik tinggi.
Perlu diketahui, jika harga naik dari 100 Rupiah menjadi 200 rupiah itu artinya naik 100%. Tetapi di harga 200 Rupiah, untuk mengharapkan kenaikan 100% lagi maka harga harus naik sampai 400 Rupiah.

Akhirnya November 2018 gue merealisasikan sebagian keuntungan pertama di harga 460 atau +64%
Lalu pada January 2019 gue kembali merealisasikan keuntungan kedua di harga 605 atau +116%
Lalu pada Mei 2019 gue kembali merealisasikan keuntungan ketiga di harga 905 atau +223%

Waktu jual di 460 dan melihat harga terus naik sampai ke 600 apa gak nyesel jualnya? ya jelas sakit gigi lah hihihi…
kalau saja gue gak jual di 460 gue bisa dapat cuan tambahan sebesar 140 perak kalau baru jual di 600.
Tetapi seperti yang gue selalu bilang, ada naik pasti ada turun. Tapi kapan naik kapan turun, itu yang kita gak bisa tau pasti. Oleh karena itu Take Profitnya yang di buat bertingkat.
460 jual sebagian, 600 jual sebagian lagi, 900 jual sebagian lagi. Sisanya jual lagi kalau ternyata harga lanjut naik. Setelah itu kalau ternyata harga masih lanjut naik ya apa boleh buat. Berarti rejeki kita cuma sampai disitu.

Inilah posisi gue saat itu, menggunakan ilustrasi membeli 400 lot (dipecah supaya lebih mudah menjelaskan TP bertahap) di harga 280 dan take profit secara bertahap di +50% +100% & +200% dan menyisakan 10 lot

Dengan total modal awal sebesar 11.200.000 + 21.280 (Fee beli) , uang yang gue terima kembali adalah sebesar 19.700.000
Untung 8.500.000 belum termasuk dividen yang sudah diterima dan masih memiliki 100 lot di portofolio yang ditahun tahun mendatang masih akan menghasilkan dividen.

Ini adalah dividen yang sudah diterima dengan ilustrasi membeli 400 lot di awal di harga 280
Dari dividen aja sudah menghasilkan keuntungan real sebesar 32% sehingga total keuntungan real nya adalah sebesar 132% dan masih menyisakan 100 lot di portofolio.

Ada naik pasti ada turun. Ada naik dan naik pasti ada turun dan turun.
Jika beli di 210 rupiah, di harga 1.030 (hanya naik 800 Rupiah) sudah memberikan keuntungan sebesar 400%
Tetapi jika kita baru beli di harga 1.030 , untuk mengharapkan keuntungan 100% saja harga harus naik 1.030 Rupiah.

Jangan pernah beli saham burung terbang!
Sebagus apapun itu, resiko nya jelas lebih besar daripada rewardnya, lagipula di bursa ada 600+ emiten, kenapa harus sengaja cari saham burung terbang?

Kembali ke sini….
mari kita berandai andai.
Jika kemarin gue buyback JTPE di harga 660 dengan semua uang hasil take profit di 905. Berapa lot yang gue bisa buyback?
Yes, 137 Lot. Jual 100 Lot Buyback 137 Lot
Tahun depan bisa terima dividen 37% lebih banyak dengan buyback ini.
Kalau turun lagi gimana?
Kan masih ada duit hasil penjualan di 605
Kalau turun lagi?
Masih ada duit hasil penjualan di 460

Begitulah kira kira.
Beli – Tunggu (sambil makan dividen) – Jual (kalau sudah sesuai target) – Buyback (kalau turun lagi)
Begitu aja terus dijadikan lingkaran

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*