Jual yang Naik 50% untuk Beli yang Turun 50%


Jika ada 2 buah emiten yang sama sama seharga 1.000 Rupiah katakanlah saham AAAA dan BBBB.
Anggaplah kita membeli 10 Lot saham AAAA dengan modal 1.000.000 Rupiah (lihat ilustrasi dibawah)


Jika kemudian harga AAAA naik ke 1.500 sementara harga BBBB turun ke 500.
Maka jika kita jual 10 Lot AAAA milik kita, kita bisa membeli BBBB sebanyak 30 Lot (lihat ilustrasi dibawah)


Jika kemudian harga AAAA dan BBBB sama sama kembali ke harga 1.000.
Maka jika kita menjual 10 Lot BBBB kita, kita bisa membeli kembali AAAA sebanyak 10 Lot (lihat ilustrasi dibawah)

Begitu aja sebenarnya….
Beli dan tunggu sampai bisa jual dengan keuntungan +50% , lalu uangnya dipakai untuk membeli saham lain yang sudah jatuh 50% atau lebih.
Setelah beli tunggu lagi sampai bisa jual dengan untung +50% lagi, uangnya belikan lagi saham lain yang sudah jatuh 50% atau lebih

Membeli 10 Lot AAAA di harga 1.000 (modal 1.000.000)
1. Jual 10 Lot AAAA di harga 1.500 dan dibelikan 30 Lot BBBB di harga 500
2. Jual 10 Lot BBBB di harga 1.000 dan dibelikan kembali 10 Lot AAAA di harga 1.000
Hanya dengan 2X beli dan 1X jual, Uang kita yang tadinya adalah sebesar 1.000.000 atau 10 Lot AAAA, bisa berubah menjadi 10 Lot AAAA dan 20 Lot BBBB.

Tapi kan AAAA dan BBBB tidak selalu bergerak berlawanan paman. Inilah yang selalu ditanyakan, dan pasti selalu gue jawab:

AAAA dan BBBB itu kan tidak harus emiten tertentu.

IHSG memiliki 600+ emiten didalamnya, semuanya bisa menjadi AAAA dan juga bisa menjadi BBBB.
itulah mengapa gue menggunakan emiten AAAA dan BBBB bukan AALI dan ABDA. AAAA itu bisa jadi emiten apapun, BBBB pun demikian.

Konsepnya bukanlah membeli 10 lot dengan cuan 50% kemudian beli 30 lot saham yang sudah turun 50%
Tetapi adalah menjual saham yang dari 1.000.000 sudah naik menjadi 1.500.000 untuk membeli saham yang dari 1.000.000 sudah turun menjadi 500.000.
Jual 1 barang seharga 1.500.000 bisa membeli 3 barang seharga 500.000

Intinya usahakan Take Profit di +50% & belikan emiten lain yang sudah turun minimal 50% (lebih besar lebih baik)

Tetapi bukan yang penting sudah turun 50% terus main tabrak, yang ada malah benjol kita.
* Belilah emiten yang sudah turun 50% atau lebih namun memiliki kualitas yang baik (PBV , DER , ROE).
* Setelah beli, berilah waktu yang cukup kepada harga untuk naik sampai target yang kita kehendaki. Usahakan emiten yang rutin membagikan dividen sebagai ganti rugi waktu tunggu kita.
* Karena waktunya tidak bisa dipastikan berapa lama, maka uang yang kita pakai untuk membeli haruslah bersifat dingin (tidak diperlukan) dan terutama kita harus memiliki kesabaran.

Memperbanyak emiten artinya memperbesar probabilitas.
Jika kita hanya memiliki 1 emiten di portofolio kita, maka kemungkinan emiten yang kita miliki sedang dibawa terbang itu hanya lah 1/600 kemungkinan. Atau hanya 0.16%.
Jika kita memiliki 10 emiten di portofolio kita, maka kemungkinan emiten yang kita miliki sedang dibawa terbang itu berubah menjadi 10/600 kemungkinan. Atau menjadi 1.6%.
Jika kita memiliki 100 emiten di portofolio kita, maka kemungkinan emiten yang kita miliki sedang dibawa terbang itu berubah menjadi 100/600 kemungkinan. Atau menjadi 16%.

Menunggu kesempatan menjual atau membeli gak usah tiap hari pelototin running trade. Gunakanlah fungsi GTC (baca : Fungsi Penting GTC).
Lebih baik waktu yang kita habiskan untuk nungguin running trade setiap hari kita pakai untuk hal lain yang bisa lebih menghasilkan. Nah hasil nya itu kita pakai buat Top Up ke RDN kita.

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*