PGAS – Yes or No?

Minggu terakhir di bulan oktober 2019 ini terjadi sebuah pergerakan harga yang seru di PGAS. Harga yang naik dari 1.800 (agustus) sampai 2.400 (oktober) langsung turun kembali ke 1.800 hanya dalam 2 hari. Dan menjadi perbincangan panas di stream Stockbit.
Karena apa? hanya karena berita rencana kenaikan gas (membuat harga naik tinggi) dan berita batalnya rencana kenaikan gas bahkan diusulkan turun (langsung ambruk lagi).

Bagaimana menurut pandangan gue?
Berita baik dan buruk itu selalu datang silih berganti. Dan tidak jarang berita tersebut hanyalah rumor karena ini adalah dunia uang. Dunia antara gue makan duit lu atau lu makan duit gue, atau gue dan lu kerjasama makan duit orang lain hihihihi….

Namanya berita, itu adalah hasil pemikiran dan karangan orang. Sama seperti lu baca artikel ini. Ini adalah pemikiran gue. Benar atau Salah? bisa jadi benar bisa jadi salah. Jadi lebih baik jangan ditebak benar atau salah, tetapi diantisipasi 2 arah. Gimana kalau benar? Gimana kalau salah? baca : KakdrWay – Tahukah Anda? 

Tapi okelah, mari kita anggap saja berita harga gas gak jadi naik malah akan diturunkan adalah benar. kita cari dulu antisipasi kejadian terburuk yang bisa membuat kita jangan sampai rugi. Karena dengan tidak rugi artinya sudah untung.

Ilustrasi diatas adalah data Q3 2019 PGAS. Jika kita mengacu pada Syarat Standard screening ala KakdrWay :
PBV 1.2X belum memenuhi syarat tetapi jika kita mengacu pada rata rata dividen yield 3 tahun terakhir (54 Rupiah atau 2.65% net) sudah melebihi 2X PBV.
ps. PBV 1X nya ada di harga 1.540
DER 2X  belum memenuhi syarat karena ROE hanya 6.6% (seharusnya minimal 20%)
ROE 6.6% sudah memenuhi syarat
Dividen Rutin sudah memenuhi syarat
Pisau Jatuh sudah memenuhi syarat

Jika kita mengacu pada harga terendah 5 tahun di 1.405 maka jika kita beli di harga 1.850 dan ternyata harga turun kembali ke 1.405 ada potensi FL (nyangkut) sampai -24% atau bahkan lebih jika harga terus turun dibawah 1.405

Mencari Tahu Resiko

Karena PGAS sudah berada hampir di harga terendah 5 tahunnya, maka gue hanya mempersiapkan rencana Averaging Down sebanyak 2X lagi, karena di harga 906 Rupiah, artinya PBV nya tinggal 0.58X dan dividen yield net nya sudah ada di 5.41% (dengan asumsi kinerja perusahaan kedepannya adalah sama). Tapi kalau ternyata PGAS turun terus sampai ke 50kita membutuhkan Averaging Down sampai 8X

Ilustrasi dimulai dari harga 1.850 dengan template AVG & TP Plan ala Kakdr, jika ingin mulai dari harga sendiri, template dapat di download di: https://kakdr.com/avg-tp-plan-template-ala-kakdrway-upd-april-2019/

Jika kita mulai membeli sebanyak 12 lot di harga 1.850 (sesuai ilustrasi) maka jika harga kemudian turun sampai 906 kita harus mempersiapkan diri membeli sampai total 3X (Total 9X jika harga sampai jatuh ke 50), dengan total lot akhir adalah sebanyak 54 Lot dengan total modal yang dibutuhkan sebesar 6.738.178
Modal rata rata PGAS kita saat itu adalah 1.248 Rupiah.
ps. Lot beli tidak lah harus dimulai dari 12 lot, tetapi disesuaikan ke kemampuan finansial masing masing. Yang penting pastikan jangan sampai kehabisa nafas untuk Averaging Down dan kalau bisa usahakan beli lot genap untuk tujual TP +50% dan +100%
Jadi kalau kita mendadak butuh uang, di harga 1.250 kita sudah bisa jual semua tanpa mengalami kerugian. Atau bisa juga jika hendak baca : memecah resiko atau baca : pindah kapal . Selain itu sebaiknya rencana yang telah disusun dijalankan sampai selesai.

Untuk dividen, gue menggunakan angka 49 Net yang menjadi rata rata dividennya 3 tahun terakhir

Jadi jika tahun tahun mendatang, dividen yang dibagikan adalah 49 Rupiah Net, dividen yield yang kita akan dapatkan adalah sampai 5.41% dan akan lebih besar lagi jika sampai kita harus melakukan Averaging Down.
Yang jelas, PGAS ini 56% kepemilikan sahamnya di miliki oleh PT Pertamina (BUMN) yang hampir tidak mungkin sampai bangkrut, jadi sudah sangat aman dan setiap tahun selalu rutin membagikan dividen.

Perkataan Bapak Investasi Dunia “Buy when other fear, Sell when other greed”
Yang membuat sebuah perusahaan bisa untung atau rugi bukanlah perusahaannya atau produknya. Tetapi adalah orang yang menjalankannya. Kalau si A menjalankan perusahaan sampai rugi, ganti si A menjadi si B atau si C bukan malah perusahaannya yang diganti.

Beli – Tunggu (sambil makan dividen) – JUAL (jika sudah capai target)
Sesederhana itu saja sebenarnya.

PS. Artikel ini hanyalah ilustrasi dan sharing pandangan, BUKAN ajakan membeli ataupun menjual.
Perlu diketahui bahwa menangkap pisau jatuh mengandung resiko.
Namanya aja MenangkapPisau Jatuh.
Oleh karena itu harus dipikirkan benar benar, dan harus yakin benar benar kalau analisa kita itu sudah benar.

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*