Kakdr Way, Q & A

*Post ini akan diupdate secara berkala berdasarkan pertanyaan yang ditanyakan. Jika ada yang hendak ditanyakan, bisa dengan mereply post ini di kolom comments

Budi Jatmiko :
Halo bro, terima kasih untuk tulisan2nya yang menginspirasi.
Saya ada pertanyaan mengenai averaging down.
Seperti contoh kasus diartikel, kita beli saham AAA sebanyak 100 lot di harga 1000, lalu saham AAA tsb turun menjadi 666.
Lalu kita menemukan saham BBB yang harganya juga kebetulan 666, dan berpotensi naik ke 1000.
Nah pertanyaannya,
All things being equal fundamentally for AAA dan BBB,
Apa bedanya avg down di saham AAA vs beli emiten baru BBB (dgn dana yg sama)?
Toh profit yg kita expect sama?
Thanks!

Setiap Tindakan/Keputusan itu selalu memiliki 2 probabilitas, yaitu Benar atau Salah.
Demikian juga dengan Potensi. Juga mengandung 2 probabilitas Benar atau Salah tesebut.
Dengan menambah posisi di BBBB justru kita menambah resiko baru.

Karena Waktu itu tidak bisa di Averaging Down.
Coba lihat ilustrasi diatas, bedanya jika kita Averaging Down AAAA dan Beli BBBB.
* Jika kita Averaging Down AAAA dan AAAA naik, Total Profitnya adalah +24.68%
* Jika kita beli BBBB dan BBBB naik, Total profitnya tinggal +8.13%
* Jika kita beli BBBB dan malah AAAA yang naik, Total (malah) Loss nya masih -0.48% plus Rugi Waktu

Mengapa bisa begitu? Jawabannya adalah di jumlah Lot yang Naik turun nya.
Jika Averaging Down AAAA dan AAAA yang naik, total ada 252 Lot yang akan naik bersamaan.
Jika Beli BBBB dan BBBB yang naik, hanya ada 152 Lot yang akan naik.
Jika Beli BBBB dan malah AAAA yang naik, malah cuma ada 100 Lot yang akan naik.

ps. ini adalah menurut gue, bukan suatu yang pasti benar. Benar Salah itu tidak mutlak, tergantung dari sudut pandang mana kita mau melihat.

Wellyaters :
Seberapa berpengaruh nya Analisa Teknikal buat paman dalam memilih emiten?

Sama sekali tidak berpengaruh, KakdrWay membeli emiten berdasarkan Pisau Jatuh, PBV dan Dividen Yield.
Tetapi seperti yang kita ketahui, Teknikal Analisis memiliki yang namanya Support & Resisten, nah AVG -30% itu kita bisa sebut juga sebagai Support, dan TP +50% itu kita bisa sebut sebagai Resisten.
Hanya saja, karena KakdrWay anti Cut Loss, maka Fungsi Support dan Resisten pada Teknikal diubah.
*Ketika TAers keluar di titik support, kita malah masuk (AVG -30%)
*Ketika TAers masuk di titik resisten, kita malah keluar (TP -50%)
Sifat dasar manusia (baca : http://kakdr.com/kia-su-kia-si/ ) dimanfaatkan untuk membeli di harga serendah mungkin dan menjual di harga setinggi mungkin

===============================
Q: Syarat Mutlak Kakdr Way
1. Uang Dingin
2. Sabar menunggu sampai target tercapai

Q : Dasar pemilihan emiten Kakdr Way lengkapnya dapat dibaca disini
1. Harga minimal sudah turun 50% dari harga tertinggi 5 tahunnya. Tidak semua yang turun 50% itu disebut pisau jatuh, temukan bedanya disini

2. Dividen Rutin diutamakan

3. PBV <X1, Jika PBV >1X dapat diterima jika Dividen Yield minimal 2X. Contoh PBV 2X , Dividen Yield atas modal beli 4%)

4. DER <1X, Jika DER >1X dapat diterima jika ROE minimal 10X. Contoh DER : 2 , ROE 20%)

5. ROE >1%

Q : Seberapa besar return pertahun?
Pada dasarnya Kakdrway lebih ditujukan kepada pendatang baru (nubi) di dunia saham. Kalau lu uda veteran di bursa, atau ahli FA maupun TA dll, gak mungkin lu lagi baca post ini sekarang. hihihihihi
Bukan mencari keuntungan sebesar besarnya yang dipikirkan, tetapi adalah bagaimana supaya jangan sampai rugi atau kehilangan modal dulu. Karena dengan Tidak Rugi artinya Sudah Untung.
Tapi 4 tahun terakhir (2015 – 2018) rata2 cuan gue adalah sebesar 18%+ Compounding (Capital Gain + Dividen)

Q : Bagaimana cara Averaging Down?
Kakdr Way menyarankan Averaging Down setiap turun 30% (tepatnya adalah setiap turun 33.33%) dari harga beli terakhir (Nominal sama bukan Lot sama).
Bukan tanpa alasan angka 33.33% itu ditentukan.
Jika sekarang kita membeli sebuah saham di harga 1.000 (beli ke-1) dan kita lakukan pembelian kembali di harga 666 (beli ke-2).
Maka jika kemudian harga naik kembali ke 1.000,
* Saham yang kita beli di harga 1.000 sudah balik modal
* Saham yang kita beli di harga 666 sudah memberikan keuntungan sebesar 50%

Q : Bagaimana cara Averaging UP?
Sebagai pengangkap Pisau Jatuh, Averaging Up pantang dilakukan. Ada 580 emiten di IHSG, mengapa harus sengaja pilih 1 emiten untuk di AVG Up? emangnya dari 580 emiten itu cuma ada 1 itu doang yang bagus?

Q: Bagaimana cara TePe (Take Profit)?
Kakdrway menyarankan TePe pada target Profit +50% sekaligus atau bagi menjadi dua kali TePe di +50% dan +100%.
atau bisa juga TePe seperti pada post Jual & Beli Pakai Patokan

Q : Apa itu PBV , DER , ROE , Dividen & Dividen Yield
Pengertian Sederhana PBV DER ROE & DIVIDEN ala Kakdr

Q : Mengapa kombinasi Averaging Down setiap turun -30% dari harga beli terakhir dan Take Profit di cuan +50%?
Karena -30% (tepatnya adalah 33.33%) dan +50% itu membentuk sebuah lingkaran.
Kalau kita beli nominal 10 juta ABCD di harga 1.000 dan kemudian beli lagi nominal 10 juta ABCD di harga 666 (turun 33.3% dari 1.000),
maka ketika harga kemudian kembali ke 1.000, nominal 10 juta di harga 666 itu sudah memberikan kita keuntungan sebesar 50%, sementara yang nominal 10 juta di harga 1.000 sudah balik modal.

ilustrasi Avege -30% & Tepe +50%


terus berlanjut…..

ps. Artikel pada web ini mengandung iklan, dengan melihat (klik) iklan dari salah satu artikel yang dibaca dapat membantu kami membiayai pemeliharaan dan keberlangsungan web ini.
Terima Kasih

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

3 Comments

  1. Pemahaman saya tentang strategi investasi saham semakin bertambah setelah baca tulisan paman.
    Semoga ga bosan2 berbagi ilmu nya. πŸ™‚
    Klo boleh tau, seberapa berpengaruh nya Analisa Teknikal buat paman dalam memilih emiten?

    Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*