Mengapa Ilustrasi Analisa Emiten di Blog ini selalu menggunakan 4 Kotak?

Perlu diketahui bahwa isi dari blog ini lebih ditujukan ke newbie. Pendatang baru yang di asumsikan tidak tahu apa apa.

Nah, dalam ketidak tahuan, artinya yang paling penting dilakukan sebelum membeli saham adalah menghindari resiko dulu. bukan mencari keuntungan.
Ibarat pertama kali kita berenang di sungai yang deras, yang kita harus fokus adalah jangan tenggelam atau terbawa arus dulu, bukan berenang sampai seberang.

Kotak pertama (PBV DER & ROE – Kiri atas)
Secara fundamental, 3 hal yang paling mudah dipelajari dulu adalah PBV DER dan ROE. (pengertian sederhana PBV DER ROE bisa dibaca disini
* PBV itu adalah untuk menilai seberapa lebih mahalnya kita membeli sebuah saham jika dibandingkan dengan nilai buku nya.
Jika nilai buku selembar saham adalah 100 Rupiah, dan sekarang ditawarkan di harga 300 rupiah, maka itu artinya harga saham tersebut 3X lebih mahal dari nilai buku nya.
Jika nilai buku selembar saham adalah 100 Rupiah, dan sekarang ditawarkan di harga 70 rupiah, maka itu artinya harga saham tersebut 30% lebih murah dari nilai buku nya.
* DER itu adalah untuk mengetahui rasio modal hutang berbanding modal sendiri.
Jika sekarang lu membuka sebuah toko. Modal sendiri 100 ditambah modal hutang 200, maka itu artinya DER toko lu adalah 2X. Artinya adalah modal hutang lu 2X lebih besar dari Modal sendiri lu.
Jika kemudian toko lu salah kelola sehingga aset tersisa 200 Rupiah, itu artinya lu uda bangkrut.
*ROE itu adalah untuk memastikan bahwa kinerja perusahaan itu walaupun dalam keadaan buruk masih tetap untung. Walaupun cuma untung sedikit, tapi tetap untung.

Kotak kedua (history harga – Kiri Bawah)
Bursa itu pasar. Tempat bertemunya penjual dan pembeli. Menjelang natal, pohon natal pasti akan dicari sehingga menyebabkan harganya naik (Demand > Supply), tetapi setelah natal harga pasti akan jatuh karena sudah tidak ada permintaan (Demand < Supply).
Jadi selama emiten yang kita pilih sudah benar, membeli saham yang harganya sedang jatuh, kemungkinan harga untuk naik akan menjadi lebih besar daripada kemungkinan harga untuk terus turun.
Disamping itu, semakin turunnya harga, resiko yang kita hadapi akan semakin kecil. Karena turun paling parah yang akan kita hadapi hanya harga sampai NOL

Nah, dalam ilustrasi, kita bisa melihat bahwa :
* Dalam 5 tahun terakhir, harga saham BISI pernah berada di harga 460, sekarang di harga 1.085 sebenarnya masih naik 133% jika dibandingkan dengan 4 tahun yang lalu.
* Dalam 5 tahun terakhir, harga saham BISI pernah berada di harga 2.000, sekarang di harga 1.085 harga sudah turun 46%
* Nah dari 2 poin diatas, kita jadi bisa tau, walaupun harga sudah turun 46% dalam 2 tahun tetapi sebenarnya masih naik 133% dalam 5 tahun.
* Jika kita membeli di harga 1.085 dan harga kembali ke 2.000 maka ada potensi keuntungan buat kita sampai 85%
* Tetapi jika kemudian harga turun ke 460 maka ada potensi resiko nyangkut sampai 57%
Jadi disini kita tinggal mengukur, apakah sepadan Reward yang kita harapkan dengan Resiko yang kita hadapi?

Kotak ketiga (Komposisi pemegang saham – Kanan Atas)
Apakah ada 1 pihak yang menjadi pemegang saham mayoritas? ataukah malah public menjadi pemegang saham mayoritas?
Kalau public yang menjadi pemegang saham mayoritas…. kabur lah
Pengertian sederhana Komposisi Pemegang Saham bisa dibaca disini

Kotak keempat (Sejarah Dividen – Kanan Bawah)
Oke, setelah 3 kotak pertama sudah baik menurut kita, sekarang pertanyaannya adalah :
1. Apakah bisa cuan?
2. Kapan akan tereaslisasi?
Nah 2 poin ini adalah pertanyaan yang tidak pernah ada jawabannya.
Esok itu mistery….
Hari ini cuaca panas, kita pakai bikini ke pantai untuk berjemur. Eh sampai Pantai hujan deras.
harus diingat, bahwa yang kita pakai untuk membeli saham itu adalah uang bukan daun.
Uang tersebut kalau kita depositokan di bank, setiap tahun sudah pasti dapat bunga.
Demikian pun dengan saham. kita juga menuntut pembagian dividen setiap tahun. Selain sebagai ongkos tunggu sampai bisa jualan cuan, juga sebagai faktor pencegah resiko jika setelah dibeli beberapa tahun mendatang emiten tersebut malah bangkrut (delisting)

Daya tarik dunia saham dibandingkan deposito ada di Capital Gainnya.
Jika di deposito setiap tahun kita hanya mendapatkan bunga deposito, maka di saham kita selain mendapatkan dividen (bunga deposito) kita juga berkesempatan mendapatkan Capital Gain.
Hanya saja apakah saham tersebut akan memberikan kita capital gain atau malah akan memakan capital kita ini yang kita tidak bisa pastikan.
Oleh karena itu, Dividen sebagai ongkos tunggu dan meminimlkan resiko (minimal modal sudah balik sebagian) itu sangat penting.

Kira kira begitulah alasan kenapa gue selalu menampilkan 4 kotak seperti ilustrasi dalam setiap analisa gue menggunakan KakdrWay

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*