Right Issue – Maksud dari efek Dilusi & Harga Teoritis

Dalam artikel mengenai Right Issue ini kita akan menggunakan Saham ASJT (yang kebetulan baru saja menggelar Right Issue) sebagai contohnya.

Tahun 2021 ASJT membuat Aksi Korporasi (Corporate Action) penerbitan sejumlah saham baru (Right Issue) dengan tujuan menambah modal.

Dalam ilustrasi gambar diatas ada beberapa penjelasan, yang memiliki arti sebagai berikut.
1. Ratio (New : Old)
ini artinya adalah akan diterbitkan sejumlah lembar saham baru sebanyak 4/3X saham yang telah beredar sekarang.
maksudnya adalah setiap 3 lembar saham lama akan diterbitkan 4 lembar saham baru.
Jadi jika kita memiliki 300 lembar (3 Lot) ASJT saat cum date, maka kita berhak untuk menebus 400 lembar (4 Lot) saham baru yang diterbitkan.

2. Price IDR125
ini artinya adalah untuk 400 lembar (4 lot) saham baru yang ditebitkan tersebut jika kita hendak memilikinya kita harus menebusnya seharga 125 Rupiah per lembarnya

3. Cum Date 10/08/2021
ini artinya adalah jika kita menginginkan saham baru yang diterbitkan tersebut, maka kita harus memegang ASJT kita sampai dengan tanggal 10 Agustus 2021

4. Ex Date 12/08/2021
ini artinya adalah jika kita masih memiliki ASJT sampai 12 Agustus berarti kita sudah pasti mendapatkan hak saham baru yang diterbitkan. Pada tanggal 12 Agustus walaupun kita menjual ASJT kita, kita tetap akan mendapatkan hak atas saham baru yang diterbitkan

5. Trading Start & Trading End
Saham baru yang menjadi hak kita tersebut selain ditebus juga bisa diperdagangkan di bursa. tetapi khusus untuk saham Right Issue hanya bisa diperjual belikan di sesi 1

Ilustrasi diatas diambil tanggal 14 September 2021, setelah proses Right Issue telah selesai.
Setelah Right Issue total lembar saham nya adalah 1.400.000.000
Dengan diketahui Ratio (New : Old) 4:3 diatas maka kita bisa menghitung total lembar saham sebelum Right Issue yaitu 1.400.000.000/7*3 = 600.000.000 lembar (Old)
Setiap 3 lembar saham lama akan diterbitkan 4 lembar saham baru
artinya jika awalnya adalah 600.000.000 lembar saham lama maka kemudian diterbitkan 4/3x nya atau 4/3*600.000.000 = 800.000.000 lembar saham baru.

Sekarang apa efek dari Right Issue?
Secara umum Penerbitan saham baru akan mempengaruhi Porsi Kepemilikan (dilusi) dan mempengaruhi harga nya secara teoritis.


Efek Dilusi (pengaruh terhadap Porsi kepemilikan)
Efek Dilusi ini hanya mempengaruhi terhadap pihak mayoritas. Seperti contoh Dana Pensiun Perkebunan disini memiliki kepemilikan sebesar 77% terhadap perusahaan / Pengendali
(P) maksudnya adalah Pengendali
Setelah Right Issue Dana Pensiun Perkebunan memiliki 1.083.519.966 lembar, atau 464.408.556 lembar sebelum Right Issue

Sebelum Right Issue, saat itu Dana Pensiun memiliki 464.365.700 lembar saham atau setara 77.39% porsi kepemilikan (lihat ilustrasi diatas)
Jika saat itu kita memiliki 1.000 lembar (10 Lot) maka porsi kepemilikan kita adalah 1.000/600.000.000*100% = 0.0000016%

Ketika Right Issue dengan rasio (New : Old) 4:3 maka Dana Pensiun memiliki hak atas penerbitan saham baru tersebut sebanyak 619.154.266 lembar
Kita karena memiliki 1.000 lembar maka memiliki hak sebanyak 1.333 lembar

Jika saat itu Dana Pensiun Perkebunan tidak mengambil haknya yang sebanyak 619.154.266 lembar maka akan diserap oleh pihak lain. Kita anggaplah namanya Pihak X
sementara kita anggap Pemodal Nasional dan Pemodal Asing mengambil hak nya 100% ya…

Nah… coba lihat ilustrasi diatas. Sebelum Right Issue Dana Pensiun Perkebunan memiliki Porsi 77.39% ASJT
tetapi karena tidak ditebus haknya dan di ambil oleh Pihak X maka setelah Right Issue terjadi perubahan porsi kepemilikan.
Porsi Kepemilikan Dana Pensiun menjadi tinggal 33.17%
Sementara Porsi kepemilikan Pihak X menjadi lebih besar sebesar 44.23%
Nah…. inilah yang dimaksud dengan Efek Dilusi (jika hak R tidak kita tebus)

Tapi kita yang hanya memiliki 1.000 lembar.
Porsi kepemilikan kita sebelum Right Issue hanya 0.0000016%. Seandainya kita tidak tebus hak kita maka porsi kepemilikan terdilusi menjadi 0.00000071%
gak ada efeknya bukan? hihihihi

Kalau Dana Pensiun Perkebunan (P) tidak melaksanakan kewajibannya, maka dia bisa kehilangan suara mayoritas dalam ASJT (dari 77% suara menjadi 33% suara)
KITA??? gak ngaruh sama sekali… 0.0000016% menjadi 0.00000071%
Jadi inilah yang dimaksud dengan Efek Dilusi


Efek Harga Teoritis
Lalu apa itu Efek Harga Teoritis?

Efek Harga Teoritis adalah penyesuaian Harga atas lembaran saham yang baru diterbitkan dengan harga yang tidak sama dengan harga pasaran

Perhatikan Harga Penutupan pada tanggal 10 Agustus 2021 di 212
Tanggal 12 Agustus tiba2 dibuka di harga 162 Rupiah (Closing 159 ditambah penurunan 3 rupiah)
mengapa bisa begitu?
inilah yang disebut Efek Harga Teoritis

Pada tanggal 10 Agustus ceritanya ada 3 lembar saham yang di hargai seharga 212 Rupiah.
Lalu muncul 4 lembar saham baru yang diharga seharga 125 Rupiah (harga tebus Right Issue)
Oleh karena itu harus dicari dulu harga rata ratanya jadi berapa.
Caranya adalah dengan mencari harga tengah seluruh 3 lembar harga lama dan 4 lembar harga baru .

(3 lembar harga lama + 4 lembar harga baru) / (3+4)
((3 * 212) + (4 * 125)) / 7 = 162.28 atau dibulatkan menjadi 162 Rupiah

Jadi tanggal 12 Agustus harga langsung dibuka di harga 162 Rupiah
yang kemudian akhirnya ditutup melemah 3 Rupiah Menjadi 159 Rupiah.

Demikian lah kira kira pengertian dari Efek Dilusi & Efek Teoritis

About Kakdr 265 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*