Si Mekanik -by Bunga

Di akhir tahun 70-an, seorang pemuda yang kecewa karena gagal mendaftar masuk TNI Angkatan Laut memutuskan merantau dari Lampung ke Pulau Bangka. Setelah sebentar bekerja serabutan, ia diterima bekerja di sebuah perusahaan asing yang baru beroperasi di sana. Kebetulan ijasahnya cocok: lulusan STM elektronika.

Selama hampir 20 tahun ia bekerja sebagai mekanik listrik di sana boleh dikatakan karir-nya mandek. Tak jarang posisinya di perusahaan dilangkahi oleh juniornya, orang2 yang masuk kerja setelah dirinya.

Namun ia hampir tidak mengeluh. Frustrasi mungkin, tapi hampir tidak mengeluh. Setiap hari ia tetap tekun bekerja, menyelesaikan tugas2nya dengan sempurna, menyempurnakan keahliannya, sembari menyaksikan dunia bergerak seolah meninggalkan dirinya.

Sampai suatu ketika terjadi masalah besar. Mesin dengan peran vital mengalami kerusakan, operasi perusahaan terganggu dengan amat sangat. Berhari2 bahkan berminggu tidak ada yang sanggup mengatasinya. Tenaga ahli diundang dari penjuru dunia: Australia hingga Hungaria. Para insinyur lulusan terbaik dari universitas2 terkemuka datang silih berganti. Tidak ada satupun yang bisa menyelesaikan masalahnya.

Hingga tanpa sengaja sang pemuda, yang kini sudah paruh baya, berada di sana, di pusat masalah. Tak ingin terlibat namun atasannya meminta pendapat darinya.

Setelah melihat2 sekitar 15 menit, mekanik rendahan yang sudah mulai pasrah akan jalan hidupnya ini memberi sebuah saran yang bisa menjadi solusi. Mungkin sudah putus asa, sang atasan menuruti saran si mekanik rendahan dan memintanya mengerjakan apa yang sudah disarankan.

Tidak lama, mesin tersebut berjalan kembali. Hanya satu komponen yang diganti, dan membutuhkan waktu kurang dari setengah hari.

Momen itu menjadi semacam titik balik karir si mekanik; membuatnya tidak saja menjadi semacam ‘pahlawan’, namun juga menjadi begitu dihormati hingga dapat mengunjungi lokasi2 eksotis seperti Kalimantan, Nusa Tenggara, atau Papua, dan melanglang buana menjejak kaki sampai ke Thailand, China, serta Jepang. Menyelesaikan masalah2 yang tak mampu diatasi oleh orang selain dirinya.

Hingga puncaknya, ia diminta memimpin dan membawa sebuah perusahaan kecil menjelma menjadi salah satu pengekspor mineral terbesar di Pulau Bangka.

—–

Seringkali dalam hidup, sukses itu bukan soal menetapkan tujuan atau memilih sasaran, melainkan keteguhan dalam berproses belaka.

Karena sukses itu soal kemampuan kita untuk menangkap peluang dengan sempurna–tanpa terbata2–ketika ia tiba tanpa di sangka2. Dan kesempurnaan itu hanya bisa dicapai dengan proses, yang seringkali tidak sebentar bahkan tidak mudah.

Dan jika kesempatan itu datang, kita tanpa sadar telah siap untuk merengkuhnya, karena kita selalu menempa diri menuju kesempurnaan dalam kecakapan walau seringkali prosesnya membuat kita frustrasi, hampir putus asa, bahkan rasanya ingin berhenti sahaja.

Namun justru disitulah ‘rahasia-nya’. Kemampuan dan keteguhan kita untuk terus maju, menyempurnakan diri, walau seolah2 tidak mendapat imbalan apa2 dalam perjalanannya.

Persis seperti Warren Buffett ketika menangkap GEICO, AMEX, atau THE WASHINGTON POST di saat tak ada satupun orang yang bisa melihat di mana peluang itu berada. Itu adalah hasil dari ketekunan berproses hingga berwindu lamanya, sampai rela merantau dari Nebraska ke New York demi belajar dari empu investasi terkemuka, Ben Graham.

Dengan kerangka berfikir dan bertindak seperti Buffett dan si mekanik, sukses bukan lagi soal mengincar sebuah sasaran atau tujuan, melainkan soal konsekuensi logis dari sebuah proses yang dijalani dengan tekun dan tabah.

Persis seperti ucapan anak2 muda jaman sekarang; hasil tidak akan menghianati usaha.

Apakah kita mau dan mampu begitu? Berproses hingga merantau jauh seperti Buffett, atau menekuni ilmu dan mengasah keahlian yang sama hingga bertahun2 seperti si mekanik?

—–

Oh ya, omong2 si mekanik rendahan yang kini sudah menikmati masa pensiun itu adalah orang yang darahnya juga mengalir di urat nadi saya, alias Bapak.

Tabik.

About Kakdr 277 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*