Cerita Kakdr – Minggu ke-42 2021

Minggu 10 Oktober 2021 – Raja dan Permaisuri

Akhirnya sang raja memilih gadis yang paling cantik.

Ini yang sering gue tekankan, ada 700+ emiten di Bursa. Jika 1 emiten kita beli 1 juta rupiah saja, maka total kita membutuhkan uang 700 juta Rupiah.
Sementara uang kita cuma ada 1 juta saja. Tentu kita harus memilih emiten (anak gadis) yang menurut kita paling menarik (cantik)

Paling Cantik itu harus menurut kita, BUKAN menurut orang lain.
Kalau kita membeli saham yang menurut kita menarik, maka jika setelah dibeli harganya turun, kita tidak takut tapi malah senang. Karena dengan turunnya harga artinya kita bisa tambah beli lagi dengan harga yang lebih murah.
Tetapi biasanya dalam kondisi Floating Loss kebanyakan akan merasa takut dan bingung. Gue harus gimana? Cut Loss atau Hold?
Ini adalah karena mereka tidak tahu sebenarnya mengapa mereka membeli saham tersebut. Hanya ikut ikutan beli

Karena 10 Gadis dari 2 keluarga dalam ilustrasi kita hanya bisa memilih 1, tentunya kita pilih yang paling cantik. Tapi kalau misalnya kita bisa memilih 6 ya kita pilih lah semuanya.

Sama seperti di Bursa. Jika kita menemukan 10 emiten yang menurut kita cantik (beserta plus minusnya) di bursa, Tapi uang kita hanya cukup untuk memiliki satu. Tentunya kita harus memilih 1 yang paling cantik.
Kita hitung dan hitung lagi, kita perhatikan dan perhatikan lagi keystat sampai kita yakin itu adalah yang terbaik.
ps. Paling Cantik atau Paling baik itu harus menurut kita, bukan menurut orang lain.

Tapi jika kita kita memiliki cukup uang untuk membeli ke 10 emiten yang menurut kita cantik tersebut, ya sudah kita beli aja semuanya. Ngapain lagi kita harus memilih 1 dari 10?
iya kalau 1 yang kita pilih adalah yang terbaik, kalau sampai salah gimana?

Esok itu Mistery.
Kita hanya bisa menganalisa berdasarkan apa yang terlihat, tapi di Bursa juga ada banyak hal hal penting lainnya yang tidak terlihat atau tidak terduga bisa terjadi.
Seringkali saham yang kita paling tidak yakin justru memberikan keuntungan paling besar, sementara saham yang kita paling yakin justru paling tidak memberikan keuntungan atau bahkan nyangkut paling dalam.


Senin 11 Oktober 2021 – EXIT PLAN itu SANGAT PENTING

Seringkali dalam membeli saham, yang kita pikirkan hanyalah untungnya.
Rugi nya? Ini kita tidak pernah pikirkan solusinya.
Padahal yang namanya harga, selalu ada naik dan turun. Jadi setelah membeli selalu ada 2 kemungkinan yang menyertai yaitu:
1. Timingnya Tepat = Harga Naik, kita untung kalau dijual
2. Timingnya Tidak Tepat = Harga Turun, kita rugi kalau dijual

Kalau harga naik setelah kita beli, gak usah terlalu banyak dipikirkan. Toh namanya sudah untung, hanya beda di untung sedikit, untung banyak atau untung lebih banyak.
Tapi kalau sampai nyangkut? Ini yang kita benar benar harus pikirkan sebelum menekan tombol Buy.
Kalau Exit Plan setiap kali membeli saham adalah Cut Loss, lebih baik gak usah nyaham. Punya gunung emas pun pasti habis.

Selama emiten yang kita beli bukan saham gorengan dan memiliki keystat (PBV DER ROE) yang baik, sebenarnya untuk bisa untung itu hanya masalah waktu.
Jadi salah satu cara untuk bisa menghindari rugi adalah dengan mengorbankan waktu.

Banyak yang berargumen:
Kita Rugi Waktu dong, mending Cut Loss supaya uangnya bisa dibelikan saham lain yang bisa memberikan keuntungan.

Helauuuuu, buang jauh jauh mindset menyesatkan itu.
Kenyataan nya adalah yang sekarang lu beli aja uda rugi, lalu atas dasar apa lu yakin pilihan lu selanjutnya pasti untung? Kalau Rugi lagi gimana? Pasti habis walaupun punya Gunung Emas.

Yang ada adalah kita perbaiki timing belinya.
Kita sudah tahu kalau harga itu cuma ada naik dan turun, jadi ketika naik jangan dibeli, karena setelah naik kemungkinan besar selanjutnya adalah turun.
Apalagi harga yang sudah Naik – Naik – Naik dan Naik. Karena kemungkinan setelah itu yang akan terjadi adalah Turun – Turun – Turun dan Turun.
Kalau kita beli harga yang sudah Turun, maka kemungkinan besar selanjutnya adalah naik. Kalau turun lagi gimana?
ya kita tunggu aja sampe naik (bisa juga menggunakan strategi Averaging Down untuk mempercepat dan memperbesar keuntungan).
Kalau ada Turun – Turun – Turun dan Turun, berarti ada juga Naik – Naik – Naik dan Naik.
Toh selama menunggu kita dapat ongkos tunggu (Dividen).


Senin 11 Oktober 2021 – Lu Jago atau Gue Bego

Hanya ada 2 hasil jika kita beli saham cuma ikut rekomendasi atau apa kata orang lain
1. Kalau rekomendasinya benar artinya Orang tersebut Jago
2. Kalau rekomendasinya salah artinya Kita Bego
Sama sama makan nasi kenapa bukan kita yang memberikan rekomendasi? Kenapa malah kita yang meminta rekomendasi?


Senin 11 Oktober 2021 – Beli Saham Pakai Hukum Alam

Ada 2 Hukum Alam yang sudah pasti (diantara banyak hukum alam lainnya)
1. Ada Naik Pasti ada Turun
2. Semua Akan Indah Pada Waktunya (sabar)

Seorang ibu yang sedang mengandung, yang bisa dilakukan hanyalah sabar menunggu sampai waktu nya melahirkan.
Kalau sebelum waktu nya melahirkan di paksa lahir?
Malah beresiko tinggi menyebabkan janin lahir tidak sempurna atau bahkan mati
Benar Kan?

Nah, dengan 2 hukum alam diatas, sebetulnya bisa juga kita terapkan di bursa.
* Cari Saham yang sedang turun (berdasarkan hukum poin 1)
* Semua akan Indah Pada Waktunya (berdasarkan hukum poin 2)

Ini adalah contoh dari Paman Arjun yang membeli PJAA berdasarkan 2 hukum alam tersebut.
Ada Naik Ada Turun , Ketika harga PJAA turun dalam kita beli. Karena kalau ada turun berarti ada naik.
Semua Akan Indah Pada Waktunya, Sang Ibu siap untuk melahirkan.

Yang perlu kita lakukan sebelum membeli hanya memastikan bahwa emiten yang akan kita beli memiliki:
1. Keystat yang baik (PBV DER ROE)
2. Sedang Jatuh Dalam
3. Dividen Rutin
Setelah dibeli, tinggal tungguin deh sampai waktunya tiba.


Selasa 12 Oktober 2021 – Hari TePe Berjamaah

Happy TP1 Paman Budi

Kakdr TP1 juga
Moga moga bisa secepatnya TP2 ya Paman Heri wkwkwkwk


Rabu 13 Oktober 2021 – Cicil Beli MERK bagi Dividen Hunter

Berdasarkan artikel Menjadi Dividen Hunter yang secara sederhana membagikan fase naik turun dan sideways harga menjadi masing masing 4 bulanan, Maka mulai bulan oktober sampai february 2022 nanti adalah masa sideways, dimana saat yang paling cocok untuk cicil beli.

MERK ini adalah termasuk Emiten yang rutin membagikan dividen, dan dengan DPR yang cukup besar pulak (selalu diatas 70%) dimana dari komposisi pemegang saham, 74% dipegang oleh Merck Holding GmbH sekaligus menjadi Pihak Pengendali.
Secara Keystat, DER dan ROE sudah sesuai Syarat Screening KakdrWay, hanya PBV nya yang 2.3X (target maksimal 1X)
Untuk itu kita harus melihat lagi Dividen Yieldnya.

EPS Q1 & Q2 2021 kita sudah ketahui, yaitu sebesar 182 Rupiah, dimana kalau kita asumsikan DPR tahun 2020 adalah 70% maka potensi Dividen Tahun 2022 adalah sebesar 127 Rupiah atau sudah sebesar 3.6% jika kita beli di harga 3.490

Berdasarkan history, MERK selalu mencatatkan kenaikan EPS di Q3 dan Q4.
Jika kita asumsikan EPS Q3 & Q4 2021 adalah sama dengan tahun 2020 Total EPS Q3 & Q4 nya adalah 89 Rupiah
Total Q1 s/d Q4 2021 kira kira sebesar 271 dengan DPR 70% berarti Dividen nya adalah sebesar 189 Rupiah atau sebesar 5.4% yield.

Nah, dengan waktu 4 bulan masa sideways, kita bisa manfaatkan dengan cicil beli sesuai dengan uang yang ada atau berdasarkan Dividen Yield tertentu yang kita inginkan.
Misalnya kita menginginkan mendapat dividen yield 6%, Maka harga beli kita paling tinggi adalah di harga 189 / 0.06 = 3.150 Rupiah.
Misalnya kita menginginkan mendapat dividen yield 5%, Maka harga beli kita paling tinggi adalah di harga 189 / 0.05 = 3.780 Rupiah.


Rabu 13 Oktober 2021 – Ngesot DYAN , Buyback Done

Tanggal 29 September lalu ketika DYAN mulai naik, gue manfaatkan untuk ngesot
Ngesot adalah istilah yang gue pakai di grup (di bursa biasa dikenal dengan sebutan Sort) untuk menjual untung sebuah saham yang sedang naik tinggi dengan tujuan membeli kembali di harga yang lebih rendah.

Ngesot tidak ada resikonya.
Berbeda dengan Scalping yang spekulasi membeli dulu dengan harapan bisa di jual di harga yang lebih tinggi, Jika sampai setelah dibeli harga turun maka kita akan mengalami kerugian jika dijual di bawah harga beli kita (plus fee jual beli).
Ngesot itu dilakukan di saham kita yang telah posisi untung, Misalnya beli di 1.000 Ngesot di 1.300 dengan tujuan membeli kembali (buyback di 1.200). Jika berhasil buyback lot kita kembali dan ada untung uang. Jika ternyata setelah dijual harga lanjut naik ya sudah, toh kita sudah untung.

Ngesot DYAN saat itu gue lakukan dengan target buyback turun 20%.
Ngesot di 94 (menurut catatan IPOT 93 karena sudah dipotong fee jual), Buyback turun 20% di harga 75

Misalkan saat itu kita menjual 500 Lot DYAN di harga 94 Rupiah, maka kita mendapatkan uang sebesar 4.700.000
Ketika kita buyback di harga 75 Rupiah, uang yang kita keluarkan kembali adalah sebesar 3.750.000
Ada selisih sebesar 950.000 atau sebesar 25.3% (950.000/3.750.000*100%)
Uang tersebut bisa kita anggap sebagai dividen interim atau jika kita ingin gunakan untuk menjadikan nya sebagai Lot juga, maka dengan uang 4.700.000 di harga 75 kita bisa membeli kembali sebanyak 626 Lot. Atau 25% lot lebih banyak.


Kamis 14 Oktober 2021 – Happy TP1 Paman Paman sekalian

Happy TP1 Paman Frans
Happy TP1 Paman Meru


= ====== ========
Cerita Kakdr Mingguan : DISINI
Sharing & Konsultasi : Group Telegram (No SP!)
Ngintip Porto Kakdr : DISINI (All Open, Harian – Mingguan – Emiten Emiten)
Belanja Online di Toko Kakdr : Ideal Official – Tokopedia
Belanja Online di Toko Kakdr : Inviti Office Chair – Tokopedia

About Kakdr 277 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*