WIIM Pisau Yang Kembali Jatuh

WIIM…. Senang rasanya menulis post ini hehehe….
Setelah bertahan dengan keyakinan sendiri, dan akhirnya bisa TePe Bagger begini WIIM Pisau Jatuh Dengan Hasil Bagger Cuan ,lalu buyback di sini Buy – TePe – Buyback .

Mengapa harga WIIM jatuh kembali?

Jujur aja gue gak tau, tapi yang jelas dalam 1 bulan terakhir (mulai maret 2019) sampai post ini dibuat, IHSG juga mengalami penurunan dari 6.499,88 ke 6.410.16 , turun 1.4%.
Dan dari penurunan yang 1.4% ini WIIM mengalami penurunan sampai 29% (dari 348 ke 250 kira kira)

Tapi bagi kita retail, WHY nya belum tentu kita bisa dapat. Andaikan bisa kita dapatkan pun, benar atau salah belum pasti juga.
jadi kita lihat aja ke keystat dasarnya.

Dari ilustrasi diatas, data yang disajikan adalah data Q4 2018.
Yang artinya dari sisi Tata Kelola Perusahaan, WIIM masih termasuk bagus. Tepat waktu mempublikasikan Laporan Keuangan.

PBV 0.5X , DER 0.2X , ROE 5.1% , Kepemilikan Public <5% 33%
Masih sesuai dengan Screening Standard ala Kakdr Way . Minusnya, tahun 2018 tidak bagi dividen!

Lalu bolehkah kalau kita menangkap pisau jatuh yang ini?
Secara Logika, pisau jatuh yang kali ini lebih aman untuk ditangkap. Mengapa?
Karena kali ini kita mendapatkan 1 patokan tambahan. Yaitu harga terendah 5 tahun terakhir ada di 140 Rupiah.
Harga sekarang 250 Rupiah.
Jadi (mungkin) masih ada Potensi turun ke paling dalam 140 Rupiah.
dibawah itu sudah lebih kecil kemungkinannya.

Lalu bagaimana cara menangkapnya?
Mari kita siapkan Exit Plannya. Avege Plan sekaligus TePe Plan

ilustrasi Average Plan & Take Profit Plan

Ilustrasi menggunakan asumsi sekali beli adalah 2.500.000 . Jika anda merasa nominalnya terlalu besar atau terlalu kecil, bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing masing. (Averaging itu Nominalnya yang disamakan, bukan Lot nya yang disamakan)

Jika kita mulai menangkap pisau jatuh WIIM di harga 250 Rupiah, dan dengan asumsi harga masih bisa turun kembali ke harga terendah 5 Tahunnya, maka kita masih harus bersiap siap 1X Averaging Down di harga 175 Rupiah.
Tapi untuk lebih amannya, marilah kita siapkan rencana sampai 2X Averaging Down, Jika harga jatuh sampai 122 Rupiah. Baca : yang penting jangan rugi dulu

Dalam ilustrasi, berarti kita sudah bisa menghitung kira kira resiko maksimal yang mungkin kita hadapi. Jika (ini jika) harga dibawa turun sampai 122 rupiah dan di diamkan selama bertahun tahun dan anggaplah WIIM sudah tidak lagi membagikan dividen), siapkah kita?

Kalau siap, lanjut baca dibawah, kalau tidak siap, mending cari emiten lain.

Lalu bagaimana strategi Take Profitnya?
Perlu diketahui bahwa di harga 250, WIIM itu sudah jatuh 70% dari harga tertingginya. Jatuh 70% itu artinya harga sekarang cuma tinggal 30%.
Jika kita beli di 250 Rupiah dengan target 845 baru jual, maka ada potensi keuntungan sampai 238%.
Kapan? Nah ini yang gue gak bisa jawab.
Tapi kalau setahun kita hanya menargetkan uang kita bertumbuh 15%, maka, maka jika 5 tahun kemudian harga WIIM baru naik ke 500 rupiah, itu sudah sama artinya dengan pertumbuhan 15% pertahun baca: Target, Compound dan (Waktu) belum termasuk dividen selama menunggu (jika ada)

Dalam ilustrasi gue menggunakan TePe standard ala KakdrWay, yaitu TePe jadi 2X (per transaksi bukan di total) di +50% dan +100%, bisa dilihat, jika kita hanya berhasil beli di 250 Rupiah, maka TePe pertama adalah di 375 dan TePe kedua adalah di 500 dst.
atau bisa juga TePe pakai patokan
atau jika lu punya rencana TePe sendiri, terserah lu. Duit milik masing masing, tanggung jawab sendiri sendiri.

Jika Rencana TePe bisa selesai 100%, Maka dengan ilustrasi harga turun sampai 122 Rupiah (kita beli 3X, 1X Biang + 2X Averaging) dan akhirnya bisa terjual semua, MAKA dengan total modal 7.533.200 Rupiah kita bisa merealisasikan keuntungan sebesar 5.611.669 (+74.35%)

Ada 1 mindset yang harus kita tanamkan adalah, KALAU kita sanggup tahan Floating Loss sampai 30% tanpa Cut Loss, MAKA kita harus sanggup juga tahan Floating Profit sampai +30% atau +60% baru Take Profit. Terkesan sepele, tapi ini sebenarnya sangat penting.

Tau Averaging Down Piramid?
Nih gue kasih sekalian ilustrasi Averaging Down Piramid , semua sama hanya Nominalnya yang dikali dua

JIKAAAA kita cukup berani bermain Averaging Piramid (Nominal Averaging 2X lebih besar dari Nominal beli terakhir), dalam ilustrasi harga jatuh sampai 122 Rupiah dan kemudian rebound.
Maka jika kita jual 410 Lot yang modal 122 Rupiah di harga 183, dan kemudian di harga 244 Rupiah kita jual semua, MAKAAAA secara total Dengan modal 17.542.267 kita sudah bisa merealisasikan keuntungan sebesar 9.338.316 (+53.23%).

PS. Keras!
Post ini hanyalah ilustrasi dan sharing pandangan, BUKAN ajakan membeli ataupun menjual.
Perlu diketahui bahwa menangkap pisau jatuh mengandung resiko.
Namanya aja MenangkapPisau Jatuh
Oleh karena itu harus dipikirkan benar benar, dan harus yakin benar benar kalau analisa kita itu sudah benar.

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*