Day 14 – Vienna (Austria) 26 Desember 2019

Pagi ini karena kemarin belum menemukan Stasiun yang Budapest Keleti yang akan membawa kami menuju Vienna, kami memutuskan untuk naik taxi aja supaya bisa sampai lebih cepat.
Setelah turun ke lobby, Ipie melakukan proses check out, sementara gue seperti biasa, cari smoking area hihihihi.
Sedang asiknya “cari napas” gue melihat sebuah mobil berhenti didepan hotel, eh gak lama kok dua koper kesayangan kami dimasukan ke bagasi? Gawattttt, kata gue dalam hati.
Ternyata didalam Ipie minta dipanggilkan taxi, tapi oleh reception dipanggilkan premiere taxi. Jarak 3 kilometer 4.500 Forint saja. hihihihi

Ternyata stasiun yang kami tuju tidak salah, seandainya tadi salah pun kami masih bisa menuju stasiun Budapest Kelenfold karena kereta dari Budapest menuju Vienna kota tujuan kami selanjutnya ada setiap jam nya. Karena waktu masih tersisa, kami sarapan dulu di stasiun.

Ini adalah suasana peron stasiun, kelihatan sekali dijaga nilai sejarah gedungnya.

Tak lama kemudian kami berangkat menumpang kereta Railjet RJ62 menuju Vienna Austria. Perjalanan 3 jam kami manfaatkan untuk sekedar melihat lihat dan beristirahat.

Akhirnya tiba di Vienna. Hari pertama gue bilang stasiun Zurich gede banget, hari ke sembilan gue ralat jadi stasiun Roma lebih gede lagi, dan hari ini gue terpaksa ralat lagi paman dan bibi. Stasiun Vienna jauh lebih gede lagi hihihihii….
gue sendiri sampai sekarang masih belum bisa memahami dengan jelas, yang pasti kalau dari jalan raya, stasiun ini ada 1 lantai keatas dan 4 lantai kebawah tanah. Peta perjalanan kereta Vienna sangat ribet karena jalurnya banyak banget. Ada Train, ada Tram, ada Metro dan Bus dan semua ada di Wien Hbf, sebutan untuk stasiun utama Vienna. Uda kita skip aja deh cerita mengenai stasiun Vienna ya hihihihi….

Check in hotel (kebetulan cuma diseberang stasiun), balik lagi ke stasiun untuk makan siang, dan langsung cobain metro nya.

Yang membuat gue terkesan akan kota ini adalah kebersihannya. Dimana mana keadaannya sangat bersih paman dan bibi. O iya gue lupa cerita. Dari 10 kota yang sudah gue kunjungi, cuma kota Roma doang yang tidak disarankan minum dari air keran (disini ngomongnya tab water), sisanya air kerannya bisa diminum langsung. Dan rasanya sangat segar loh, beneran deh.

Turun di Stephanplatz, kami mengunjungi Domkirche St. Stephan, Gereja Santo Steven. Berdoa sebentar mengucap syukur dan terima kasih. kemudia mengunjungi Christmas Market untuk mencobai makanan lokal Austria

Gak inget ini namanya apa (nanti kalau uda inget baru di edit lagi) , setelah makan, kami kembali menumpangi metro untuk kembali ke hotel dan beristirahat.

Ini adalah jalur kereta, tram, metro dan bus di Vienna, dan agak sulit dimengerti karena tidak ada bahasa inggrisnya hehehe….

Dan ini adalah sedikit rekaman video metro yang gue dan Ipie naiki hari ini.

Baca cerita lanjutannya di : Day 15 – Bratislava (Slovakia) 27 Desember 2019
Cerita lengkap bisa dibaca di Euro Trip 2019

Artikel ini adalah cerita gue sebagai Kakdr, nantikan cerita yang lebih menarik versi Ipie ya.
Foto lengkap perjalan ini bisa dilihat di Facebook
Video lengkap trip ini bisa dilihat di Youtube
Please Follow & Like ya.

Update peta perjalanan

About Kakdr 240 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*