DER – Pengertian Sederhana

Jika PBV adalah sebuah angka yang memberikan kita gambaran di harga X, berapa kali sebenarnya kita membayar lebih mahal atau murah sebuah saham jika dibandingkan dengan nilai buku nya yang sebenarnya.
Detail PBV dapat dibaca di : http://kakdr.com/pbv-pengertian-sederhana/

Maka DER (Debt to Equity Ratio) adalah sebuah angka yang bisa memberikan kita informasi mengenai berapa perbandingan hutang dengan modal sendiri emiten tersebut.

Dalam ilustrasi diatas, diketahui DER adalah 0.3X.
itu artinya adalah Jika modal sendiri adalah sebesar 100.000.000 maka hutang yang diambil oleh perusahaan adalah sebesar 30.000.000 (0.3 x 100.000.000)
Jadi kita bisa langsung membayangkan, bahwa perusahaan emiten yang kita beli total membutuhkan Modal 1.3X (modal sendiri 1X + hutang 0.3X) untuk menjalankan perusahaan setiap tahunnya.

Sebenarnya hutang yang kecil tidak selalu berarti baik, dan hutang yang besar tidak selalu berarti buruk. Tetapi bagi KakdrWay yang bukan aliran Fundamentalis, DER Rendah (dibawah 1X) berfungsi sebagai pengaman jika sampai emiten yang kita beli ternyata bangkrut.
baca Standard Screening ala KakdrWay : http://kakdr.com/syarat-strategi-dasar-pemilihan-emiten-ala-kakdrway/
Maka setelah perusahaan dilikuidasi (dijual) masih ada sisa penjualan setelah dikurangi hutang untuk dibagikan kembali kepada kita pemegang saham retail.

Dalam ilustrasi, jika (ini jika) SMSM sampai dijual, anggaplah hanya dijual di 1X modal. Maka setelah dijual akan mendapatkan uang sebanyak 100.000.000.
Kemudian dipotong hutang sebesar 30.000.000
Masih ada sisa 70.000.000 untuk dibagikan kepada para pemegang sahamnya.

Hutang sebesar 0.3X (DER 0.3X) atau sebesar 30.000.000 kita anggap sudah hilang. Karena salah kelola.
Sehingga yang tersisa hanyalah modal sendiri sebesar 100.000.000
Yang setelah terjual, 30.000.000 nya dipakai untuk bayar hutang.
Masih ada sisa 70.000.000

Coba bayangkan kalau DER nya adalah sebesar 3X misalnya.
Modal sendiri 100.000.000 , Hutang 300.000.000
Salah kelola, manajemen mengalami kerugian sebesar 150.000.000.
Maka dalam keadaan ini, jika perusahaan kemudian sampai terjual 250.000.000 (modal sendiri 100.000.000 + sisa cash dari hutang 150.000.000) kemudian harus bayar hutang 300.000.000.
Maka secara total perusahaan masih kekurangan 50.000.000
Minus! , maka kita sebagai pemegang saham publik tidak mendapatkan apa apa.

Esok itu mistery, apapun bisa terjadi dimasa depan. Kita harus selalu mempersiapkan diri untuk dua keadaan. Baik dan Buruk.
KakdrWay setiap kali membeli sebuah saham, selalu sudah menganggap kalau hasil buruk yang akan terjadi. Sehingga faktor apakah kita masih mendapatkan uang kembali setelah perusahaan dijual itu sangat penting.
kira kira seberapa besar uang yang bisa kita dapatkan kembali jika (ini jika) sampai emiten yang kita beli ternyata besok bangkrut.
Baca : http://kakdr.com/kakdr-way-yang-penting-jangan-rugi-dulu/

Oleh karena itu, jika emiten yang kita hendak beli memiliki DER >1 , KakdrWay menambahkan lagi Syarat ROE = 10X DER

ROE (Return on Equity) adalah seberapa besar keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan atas modalnya sendiri.

dalam ilustrasi dapat dilihat bahwa ROE SMSM adalah sebesar 25.1%
Artinya dengan modal sendiri 1X ditambah modal dari hutang 0.3X , dengan Total modal kerja 1.3X, perusahaan dapat menghasilkan keuntungan sebesar 25.1% dari modal sendiri.

Jadi kalau modal sendiri SMSM adalah 100.000.000
dan modal dari hutang adalah 30.000.000 (0.3 * 100.000.000)
Maka total modal usaha adalah sebesar 130.000.000

Nah, dengan 130.000.000 tersebut, perusahaan dapat menghasilkan keuntungan sebesar 25.100.000 (25.1% * 100.000.000)
Inilah maksud dari ROE 25.1 (dibaca 25.1%)

Kembali ke syarat tambahan ROE = 10X DER (jika DER >1)
tujuannya adalah jika kita asumsikan seluruh keuntungan tersebut (10X DER) setiap tahunnya sebesar 50% digunakan untuk membayar hutang dan 50% lainnya dipakai untuk dibagikan sebagai dividen, maka setelah 5 tahun sisa hutang tinggal 50% , dan kita sudah mendapatkan kembali 50% modal kita kembali. Sehingga jika sampai tahun ke enam perusahaan mendadak bangkrut, minimal minimal modal saham emiten yang kita beli tidak hilang semua.

Contoh:
Modal Sendiri 100.000.000
Modal Hutang 200.000.000 (DER 2X)
Keuntungan bersih 20.000.000 (ROE 20% , atau sudah 10X DER)

Tahun pertama keuntungan 20.000.000 dibagi menjadi:
1. bayar hutang 10.000.000 (sisa hutang 190.000.000)
2. Bagi dividen 10.000.000 (kita dapat sebagian)

Tahun kedua keuntungan 20.000.000 dibagi menjadi:
1. bayar hutang 10.000.000 (sisa hutang 180.000.000)
2. Bagi dividen 10.000.000 (kita dapat sebagian lagi)

Tahun ketiga keuntungan 20.000.000 dibagi menjadi:
1. bayar hutang 10.000.000 (sisa hutang 170.000.000)
2. Bagi dividen 10.000.000 (kita dapat sebagian lagi)

Tahun keempat keuntungan 20.000.000 dibagi menjadi:
1. bayar hutang 10.000.000 (sisa hutang 160.000.000)
2. Bagi dividen 10.000.000 (kita dapat sebagian lagi)

Tahun kelima keuntungan 20.000.000 dibagi menjadi:
1. bayar hutang 10.000.000 (sisa hutang 150.000.000)
2. Bagi dividen 10.000.000 (kita dapat sebagian lagi)

Tahun keenam mendadak perusahaan bangkrut karena salah kelola.
Hasil penjualan tidak bersisa setelah bayar hutang.
Kita pemegang saham publik tidak dapat apa apa.
Minimal minimal kita sudah dapat kembali sebagian dari modal kita dari dividen selama 5 tahun

Tetapi jika sampai 20 tahun kemudian semua berjalan lancar, maka di akhir tahun ke 20 hutang 200 juta tersebut akan lunas. Dan dari dividen yang kita dapatkan, mungkin sudah mengembalikan seluruh modal kita. Sehingga pada saat tersebut, kita sudah dalam posisi sangat aman.

Kira kira begitulah alasan KakdrWay mensyaratkan DER < 1
atau ROE = 10X DER jika DER > 1

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*