Inilah enaknya punya kebun saham

IHSG, singkatan dari Index Harga Saham Gabungan
Yang artinya adalah hasil dari sebuah formula tertentu yang akhirnya menjadikan Gabungan seluruh emiten didalamnya menjadi sebuah angka Index

IHSG terdiri dari lebih dari 600 emiten didalamnya, dan setiap saat pasti ada saham saham yang bergerak naik walaupun IHSG sedang turun atau bergerak turun walaupun IHSG sedang naik.

Ketika IHSG sedang naik, itu tidak berarti seluruh emiten didalamnya bergerak naik, pasti tetap ada yang turun.
Ketika IHSG sedang turun, itu tidak berarti seluruh emiten didalamnya bergerak turun, pasti tetap ada yang naik.
Yang membuat IHSG akhirnya naik ataupun turun adalah hasil dari formula seluruh emiten didalamnya yang memiliki bobot berbeda beda terhadap Index secara keseluruhan.

Menerapkan strategi berkebun saham ibaratnya kita membentuk index kita sendiri. Yang membedakan adalah kalau IHSG itu terdiri dari emiten emiten dengan kualitas sangat baik sampai sangat buruk, sementara sebagai pemilik kebun (index versi kita), kita bisa memilih emiten emiten yang terbaik menurut kita. baca : Syarat & Strategi Dasar Pemilihan Emiten ala KakdrWay

Layaknya kita mulai berkebun di sebidang tanah milik kita, pasti membutuhkan waktu & biaya diawalnya. Mulai dari mencangkul tanah, membuat lubang ditanah, memasukan bibit, menanam, menyiram sampai akhirnya setelah melewati suatu waktu, kita baru bisa menikmati buah yang tumbuh dari benih benih pohon yang kita tanam beberapa waktu yang lalu. Tetapi harus diingat, bagaimanapun kita memilih bibit, pasti akan ada bibit bibit yang kemudian tidak menghasilkan, juga ada bibit bibit yang ternyata bisa memberikan buah yang sangat banyak.
Oleh karena itu perencanaan sejak awal terhadap kebun kita sudah harus disusun dengan baik.
baca : Strategi Dasar AVG & TP ala KakdrWay
template AVG & TP ala kakdrway bisa di download di sini

Kebun saham yang gue miliki sudah gue mulai dari 4 tahun yang lalu. dari 1 benih pohon yang ditanam, panen tanam panen tanam, tak terasa sekarang gue sudah punya lebih dari 120 pohon yang sudah besar.

Tahun 2019 ini adalah tahun ke lima dimana porto gue selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. (bisa dilihat di sini) kebanyakan keuntungan yang gue dapatkan berasal dari panen buah (dividen) dan sekali sekali menjual pohonnya jika sudah memberikan keuntungan sesuai target (take profit).
standard jual pohon (take profit) bisa dibaca di sini

Sejak February 2019 IHSG mengalami penurunan tajam dari 6.5xx sampai kemarin di 6.1xx.
Itu artinya mayoritas emiten emiten didalamnya yang akhirnya membentuk angka index pasti turun. Tetapi harus diingat kembali, yang turun itu kebanyakan, bukan semua. Setiap saat pasti ada emiten yang naik disaat mayoritas turun, dan juga sebaliknya. Pasti ada emiten yang turun disaat mayoritas naik.

Ilustrasi dibawah adalah contoh dari enaknya mengaplikasikan konsep Ayo Berkebun (Nabung) Saham – ANS.

2 ilustrasi diatas adalah bukti dari :
*Ketika IHSG sedang turun, tidak berarti semua emiten didalamnya ikut turun, pasti ada yang naik
*Ketika IHSG sedang naik, tidak berarti semua emiten didalamnya ikut naik, pasti ada yang turun

Dalam 3 bulan terakhir, IHSG mengalami penurunan dari 6.456 menjadi 6.105 (-5.4%) sementara KINO malah mengalami kenaikan dari 2.770 menjadi 4.030 (+45%)

Disaat banyak benih (emiten) yang sedang diobral di pasar benih (IHSG) ternyata gue memiliki sebuah pohon bernama KINO yang 2 tahun terakhir ini sudah berbuah sebesar 59 Rupiah (Dividen 2018 : 27 Rupiah , Dividen 2019 : 32 Rupiah) dan sekarang pasar bersedia membeli pohon tersebut seharga 4.030 yang jika gue jual pohon tersebut bisa memberikan gue keuntungan sebesar 132%

Sekarang kita anggap ilustrasi diatas adalah Kebun IHSG & Kebun kita.
Seperti yang gue bilang diatas, setiap saat pasti ada emiten yang turun dan ada yang naik, setiap saat pasti ada emiten yang sudah memberikan keuntungan dan ada yang masih nyangkut.

Jika kita anggap harga seluruh emiten IHSG & juga kebun kita 3 bulan yang lalu adalah 1.000. Dimana setelah 3 bulan kebun IHSG (dan anggaplah kebun kita) ditarik turun oleh sebagian besar emiten emiten didalamnya.
Per hari ini harga harga adalah seperti yang tertera di kolom Today sehingga menyebabkan penurunan seperti pada ilustrasi.

Kebun kita memiliki 1 emiten yang justru naik (KINO) ketika kebanyakan malah turun (KINO B , KINO C)
Sementara Kebun IHSG memiliki 2 emiten yang justru naik (KINO & KINO A) ketika kebanyakan malah turun (KINO B , KINO C , KINO D , KINO E , KINO F)

Kebanyakan dari kita pasti akan merasakan galau, kenapa?
Karena sifat dasar kita sebagai manusia yang Kia Su & Kia Si
Kita cenderung fokus pada hal hal yang kita anggap merugikan kita atau berpotensi merugikan kita kedepannya.
“Daripada rugi semakin banyak mending gue Cut Loss dulu deh sekarang.”
Sementara terhadap hal hal yang menguntungkan kita, kita malah cenderung sayang untuk melepaskannya.
“Ah jangan jual deh, nanti naik lagi gimana?”

Padahal kalau kita mau memahami konsep probabilitas, bahwa setiap saat probabilitas dari setiap keputusan adalah sama. Yaitu Benar dan Salah. Naik dan Turun adalah sama 50% : 50%
Setelah naik, kemungkinan selanjutnya adalah turun
Setelah naik dan naik, kemungkinan selanjutnya adalah turun akan menjadi lebih besar.
ps. selama emiten yang kita pilih benar

Sekarang perhatikan ini lagi….
Jika kita jual seluruh 100 Lot KINO kita, dengan uang tersebut kita sudah bisa beli KINO D , KINO E , KINO F masing masing sebanyak 100 Lot dan masih menyisakan uang sebesar 6.2juta rupiah kan?

3 Bulan yang lalu jika kita membeli KINO D , KINO E , KINO F masing masing 100 lot total kita butuh 30 juta rupiah.

Tetapi hari ini hanya dengan menjual 100 Lot Kino , dengan uang tersebut kita sudah bisa membeli KINO D , E , & F masing masing sebanyak 100 Lot hanya dengan modal 17 juta rupiah

Ingat lagi….. ada turun pasti ada naik.
Ingat lagi….. yang namanya turun itu, maksimal turun itu cuma 100% tetapi maksimal naik itu tidak ada batasnya
baca : Mengerti Logika Probabilitas Harga Naik & Mengerti Logika Probabilitas Harga Turun

Kalau kita beli sebuah barang seharga 1.000 Rupiah dan tidak bisa dijual lagi, maka maksimal kehilangan yang akan kita rasakan adalah hanya 1.000 Rupiah saja.
Tetapi maksimal keuntungan yang bisa kita dapatkan itu tidak terbatas.

Dengan hanya memiliki 1 emiten KINO yang sudah naik tinggi, maka kita hanya memiliki 1 kemungkinan naik & turun dimana kemungkinan untuk turun akan lebih besar akibat kenaikan harga yang sudah terjadi.

Dengan memiliki 3 emiten KINO D , E , F yang sudah turun dalam, maka kita jadi memiliki 3 kemungkinan naik & turun dimana kemungkinan untuk naik akan lebih besar akibat penurunan harga yang sudah terjadi.

Begitulah kira kira…..

Subscribe untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru melalui email anda.

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*