Pengertian Sederhana Uptrend Downtrend ala KakdrWay

Uptrend & Downtrend berhubungan erat dengan yang namanya (baca:) Support & Resisten.
Ketika harga terus menerus menembus titik Resisten baru, itu dinamakan Uptrend
Ketika harga terus menerus menembus titik Support baru, itu dinamakan Downtrend

Bursa adalah Pasar
ada banyak pihak yang terlibat didalamnya.
Dari Pembeli & Penjual, sampai Grosir, Retailer, Distributor, Tengkulak, bahkan copet juga ada.

Selain oleh Nilai / Value (Laporan Keuangan), harga juga digerakan oleh banyak hal seperti Berita, Spekulasi dan juga sifat dasar manusia Kia Su & Kia Si
Ketika melihat sebuah kios bakso ramai antrian, semua cenderung untuk ikut antri karena mengambil asumsi pasti bakso itu enak rasanya. Padahal? belum tentu.
Ketika melihat sebuah kios bakso tidak ada antrian, semua cenderung untuk menjauhi karena mengambil asumsi pasti bakso itu tidak enak rasanya. Padahal? belum tentu.

Nah demikianpun dengan Uptrend & Downtrend, Ketika sebuah emiten mengeluarkan Laporan Keuangan terakhir, Pasar akan langsung menghitung nilai wajarnya yang baru, apakah harga sekarang sudah terlalu tinggi atau terlalu rendah? Jika dibawah harga wajar maka harga akan naik menembus Resisten, Jika diatas maka harga akan turun menembus Support.
Ps. harga diatas harga NOW disebut dengan Resisten sementara harga dibawah harga NOW disebut dengan Support

Tetapi bukan Laporan Keuangan yang memegang peranan dalam naik turunnya harga. Memang pada akhirnya (entah kapan) harga pasti akan disesuaikan ke harga wajarnya.
Faktor Keserakahan & Ketakutan manusia juga memegang peranan besar dalam pergerakan harga.

Ketika harga bergerak turun menembus sebuah Support (misalkan 880), maka titik sebelumnya (900) akan menjadi Resisten. Kemungkinan yang terjadi selanjutnya adalah naik kembali ke titik Resisten (900) atau melanjutkan turun ke titik support berikutnya (860).
Inilah yang dimaksud dengan Downtrend.
Disini Faktor KIA SI (Takut rugi tambah banyak) manusia yang akan memegang peranan.
Gue Cut Loss dulu deh sebelum harga turun lagi ke support berikutnya.
Gue Stop Loss dulu deh nanti baru buyback di Support berikutnya.
Padahal….. (baca : Mengerti Logika Probabilitas Harga Turun )

Perhatikan Kolom yang di blok warna kuning.
Jika kemudian harga turun sampai dibawah 820, akan terjadi kepanikan masal. Ada banyak orang yang memiliki di modal 820 (sampai 100rb lembar). Semua mulai ketakutan, akhirnya emosional dan memutuskan keluar (Jual).

kembali ke Bursa = Pasar , Hukum Ekonomi jika Supply > Demand , Maka harga akan turun
Rame rame panik selling, harga semakin jatuh.
Apalagi jika harga sampai jatuh dibawah 800, sudah tidak ada lagi patokan Support selanjutnya, pasar semakin panik, semakin KIA SI
Pembeli takut untuk membeli, Penjual tidak bisa menemukan pembeli, akhirnya terjadilah great sale. Inilah yang disebut dengan bearish

Lalu…….
Jam bursa tutup, pelaku pasar pulang kerumah masing masing.
Mandi, makan, minum kopi, pikiran tenang mulai bisa berpikir rasional.
“Kenapa ya tadi gue CL sampai berdarah darah gitu?”
“Kenapa ya tadi gue bisa yakin harga akan turun lagi?”
Tapi tidak bisa menemukan jawaban…..

Besok tabrak balik deh….
Tapi sayang sudah terlambat…. harga great sales sudah ditampung oleh yang pelaku bursa disebut Bandar hihihihihi…..

Kemudian pasar mulai bisa berpikir rasiona.
Buyback!!! Buyback!!!

Buat yang sabar, mereka bisa main TUKI (Tunggu Kiri), antri dengan sabar mudah mudahan bisa beli kembali di harga jual, sukur sukur dibawah harga jual.

Buat yang KIA SU (Takut kehilangan cuan) kembali bergerak berdasarkan insting dasar manusia. HAKA! HAKA! HAKA! (Hajar Kanan)
Modal 900 , Cut Loss di 800 , Buyback di 840
Lagi lagi bertindak berdasarkan emosional. Ketika Cut Loss di 800 sudah rugi 100 Rupiah, Ketika Buyback di 840 rogoh kantong lagi 40 Rupiah.

Ketika harga turun sampai 800 Rupiah, maka harga dari 820 sampai 1.000 itu sudah berubah namanya menjadi Titik Resisten.
Jika kemudian harga naik lagi ke 840, 860 Inilah yang dimaksud dengan Uptrend.
Disini Faktor KIA SU (Takut rugi tambah banyak) manusia semakin bertambah.
Lagi Uptrend, gue HAKA dulu deh.
Lagi Uptrend, gue tambah posisi deh.

kembali ke Bursa = Pasar , Hukum Ekonomi jika Demand > Supply , Maka harga akan naik
Rame rame panik buying, harga naik semakin tinggi.
Apalagi jika harga sampai naik dibawah 1.000, sudah tidak ada lagi patokan Resisten selanjutnya, pasar semakin panik, semakin KIA SU
Pembeli takut tidak bisa menemukan penjual, Penjual tidak mau jual barang. Inilah yang disebut dengan Bullish

Lalu…….
Jam bursa tutup, pelaku pasar pulang kerumah masing masing.
Mandi, makan, minum kopi, pikiran tenang mulai bisa berpikir rasional.
“Kenapa ya tadi gue HAKA di 1.020 sampai banyak gitu?”
“Kenapa ya tadi gue bisa yakin harga akan naik lagi?”
Tapi tidak bisa menemukan jawaban…..

Besok jual deh….
Tapi sayang sudah terlambat…. pelaku bursa disebut Bandar sudah terjual habis barang dagangannya hihihihihi…..

7 Tahun lebih gue dibursa, ya begitu terus kejadiannya berulang ulang.
Semakin naik harga semakin nafsu retail
Semakin turun harga semakin takut retail
Perlu dipahami bahwa proses Uptrend, Downtrend, Bearis, Bullish tidak terjadi dalam waktu cepat.
Pasti membutuhkan waktu…
Nah, sayang nya mayoritas retail tidak memiliki kesabaran. Maunya cepat maunya instan. Hari ini beli 1.000 besok jual 1.500

Padahal kesabaran itu adalah faktor yang sangat penting bahkan faktor penentu kemenangan.
Tau gak? di bursa, retail hanya memiliki satu faktor bisa menang yaitu waktu, tetapi satu faktor itu adalah faktor terpenting.
Pelaku Bursa yang gede gede paling benci sama yang namanya orang sabar.
Demikian pun di tempat judi,
Bandar tidak takut berapapun banyaknya uang yang kita bawa,
Bandar tidak takut berapapun hebatnya ilmu hitung kartu kita,
Bandar paling takut sama yang namanya penjudi sabar

Di Bursa, Waktu itu Milik Kita

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*