KBLM Pisau Jatuh Berkualitas?

Selain KBLI (baca : http://kakdr.com/kbli-si-pisau-jatuh/) , dalam beberapa kali screening emiten IHSG terakhir (hasil screening yang di post bisa dibaca di : http://kakdr.com/category/pojok-screening/) emiten KBLM ini selalu muncul. Bahkan gak tanggung tanggung langsung merengsek ke score tinggi.

Dengan harga hanya 0.3X dari nilai buku (PBV), hutang yang hanya 0.5x dari modal sendiri (DER) dan ROE positif serta rutin membagi dividen setiap tahunnya, secara standard KakdrWay (baca : http://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-2-basic-strategy/) KBLM ini sayang kalau dilewatkan.

PBV 0.3X
Kalau kita mengacu pada prinsip bahwa Nilai Buku (PBV) wajar itu adalah satu, maka harga wajar dari KBLM adalah 1 / 0.3 * 242 atau 806 Rupiah

Dividen Rutin
Berdasarkan histori, Dividen tahun 2018 adalah sebesar 10 Rupiah, Rata rata dividen 3 tahun adalah sebesar 6 Rupiah. Diharga 242 rupiah, jika kita hitung dividen yield berdasarkan asumsi 6 Rupiah dan 10 Rupiah maka yieldnya adalah sebagai berikut:
* Jika asumsi 6 Rupiah , maka yieldnya adalah 2.23% net
* Jika asumsi 10 Rupiah, maka yieldnya adalah 3.71% net

Kepemilikan Publik
Dengan komposisi kepemilikan public seperti ini, maka kemungkinan setiap tahun akan dibagikan dividen adalah besar.


Oke, buat gue dengan data diatas, KBLM ini sudah cukup aman untuk di beli, sekarang saatnya mencari tahu resiko maksimal jika dibeli

File Template AVG PLAN & TP PLAN bisa di download di : http://kakdr.com/avg-tp-plan-template-ala-kakdrway-upd-april-2019/


Dengan persiapan menghadapi resiko:
1. Mulai beli di harga 242 sebesar 100 lot (jumlah lot yang dibeli kembali ke kemampuan dan pertimbangan masing masing)
2. Averaging Down setiap turun 30% (KakdrWay merekomendasikan Averaging Down adalah sebesar Nominal sebelumnya, bukan sebesar Lot sebelumnya)
3. Persiapan (ini persiapan, belum tentu terjadi) 1X Averaging Down lagi sampai New Low 5 tahun (total dibutuhkan 3X Averaging Down lagi sampai harga 82)

Rencana Take Profit:
Kakdr Way merekomendasikan realisasi keuntungan di dua titik yaitu +50% dan +100%
baca : http://kakdr.com/turun-30-cuan-50/


Dari tabel ilustrasi diatas, kita sudah bisa langsung melihat gambaran Risk & Reward secara keseluruhan jika sampai harus Averaging Down 1X, 2X, dst.
* berapa dana yang harus dipersiapkan.
* berapa dividen yield yang akan kita dapatkan
* Jual di harga berapa, dan berapa realisasi keuntungan yang bisa kita dapatkan.

Harus diingat, selama emiten yang kita beli itu sudah benar, harga yang terus turun tidak selalu berarti negatif, malah bisa berarti positif.
Seperti contoh KBLM kita tahu bahwa harga tertinggi 5 tahun terakhir ada di harga 585.
Jika (ini jika) kita berkesempatan membeli di harga 82 Rupiah katakanlah, maka jika kita baru Take Profit di harga 292 misalnya, maka modal kita di harga 82 bisa memberikan keuntungan sampai 256%, sementara kalau dilihat dari harga tertinggi 5 tahun, harga 292 itu masih turun 50% dari harga 585

Kapan? Nah ini yang gue gak bisa jawab. 
Tapi kalau setahun kita hanya menargetkan uang kita bertumbuh 15%, maka, maka jika 5 tahun kemudian harga WIIM baru naik ke 500 rupiah, itu sudah sama artinya dengan pertumbuhan 15% pertahun baca: Target, Compound dan (Waktu) belum termasuk dividen selama menunggu (jika ada)

Ada 1 mindset yang harus kita tanamkan adalah, KALAU kita sanggup tahan Floating Loss sampai 30% tanpa Cut Loss, MAKA kita harus sanggup juga tahan Floating Profit sampai +30% atau +60% baru Take Profit. Terkesan sepele, tapi ini sebenarnya sangat penting.

PS. Keras!
Post ini hanyalah ilustrasi dan sharing pandangan, BUKAN ajakan membeli ataupun menjual.
Perlu diketahui bahwa menangkap pisau jatuh mengandung resiko.
Namanya aja MenangkapPisau Jatuh
Oleh karena itu harus dipikirkan benar benar, dan harus yakin benar benar kalau analisa kita itu sudah benar.

14 Agustus 2019 – Half Bagger HIT
About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*