Sell in May and Go Away

Kalimat ini sudah gue baca dan dengar semenjak pertama kali gue nyaham. Sell in May and Go Away

Tapi buktinya setelah 5 tahun, adalah realita jika garis IHSG arahnya keatas. Sell in May, lalu kapan Buy nya? Mengapa ada istilah ini?

karenaaaaaa, di bulan mei bursa sudah tidak memiliki banyak sentimen (baik positif maupun negatif) lagi untuk menggerakan harga.

Laporan Full Year tahun sebelumnya sudah keluar semua, laporan Q1 tahun berjalan pun sudah banyak yang keluar. Dividen pun sudah banyak yang lewat tanggal cum date nya.
Harga pasti sudah mengalami penyesuaian berdasarkan kinerja perusahaan dan pembagian dividen masing masing emiten. Oleh karena itu harga harus dibuat turun kembali.

Laporan Q1 tahun berjalan tidak bisa dijadikan gambaran kinerja tahunan, hanya sebagai gambaran saja. Jangan lupa kita memiliki siklus libur panjang yaitu Idul Fitri yang sebelumnya didahului oleh bulan puasa.

Dengan panjangnya libur lebaran, pemilik modal besar cenderung menahan diri untuk membeli menjelang lebaran, bahkan cenderung menjual untuk merealisasikan keuntungan sekaligus mengamankan modal jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan ketika bursa sedang libur.
Demikian pun dengan sebagian trader dan investor juga merealisasikan keuntungan untuk keperluan lebaran atau liburan.

Secara otomatis Proses Jual Beli di pasar akan terganggu, banyak yang ingin menjual, sementara yang ingin membeli sedikit.

Supply > Demand

Ketika Penawaran lebih besar daripada Permintaan, secara otomatis harga akan turun. Diperparah lagi dengan besarnya penawaran dannnnn mau jual cepat. apa hasilnya? harga akan semakin jatuh

Harga semakin jatuh, yang belum berhasil jual akan panik, hilanglah akal sehat. Harga semakin jatuh lagi, logika sudah tidak dipakai (bagi sebagian orang) berapapun jual, yang penting harus terjual.

Inilah mengapa Sell in May sering terjadi. Harga jatuh karena Supply dan Demand tidak seimbang. Semua mau keluar disaat yang bersamaan. Ditambah lagi sudah tidak ada yang ditunggu lagi (laporan keuangan, dividen)

Padahal kalau kita mau melihat dari sudut pandang yang lain, Sell in May itu adalah sebuah kesempatan.
Disaat banyak orang mau menjual, kita posisikan diri sebagai standby buyer istilah kerennya hihihihihi…. dengan harga yang “sesuai” tentunya.
Lalu bagaimana kriteria sesuainya? Dividen salah satunya, PBV salah duanya. baca : http://kakdr.com/kakdr-way-kaset-rusak/

Sebelum musim obral datang, kita hanya perlu mempersiapkan dana, kita hanya perlu screening mencari emiten emiten incaran baca: http://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-2-basic-strategy/
Emiten emiten yang biasanya kita bisa dapatkan di harga Dividen Net Yield 3% kotor misalnya, sekarang mungkin bisa kita dapatkan di harga Net Yield 3% atau lebih.
Emiten emiten yang biasanya kita bisa dapatkan di harga PBV=1 misalnya, sekarang mungkin bisa kita dapatkan di harga PBV <1
Jadi ketika ramai ramai menjual, kita beli! yang penting harga cucok!

Konsekuensinya? yang menjual bisa liburan karena dapat duit, kita ngaplo di rumah karena gak punya duit hihihihi

Tapi nanti setelah musim liburan sudah selesai, Trader dan Investor pasti akan kembali ke bursa. Ramai ramai mencari emiten emiten yang masih murah. Nahhhhh sekarang keadaan terbalik
Demand > Supply
Ramai ramai rebutan beli, Harga naik, yang jualan sedikit, harga semakin naik.

Disaat itulah kita baru menjual, tetapi dengan harga yang cocok menurut kita. Harga yang cocok itu yang seperti apa? baca : http://kakdr.com/jual-beli-pakai-patokan/

Konsekuensinya? Gantian kita yang liburan!!!

Harus diingat, membeli emiten Sell in May dan atau emiten Dividen itu sangat membutuhkan ketepatan waktu.
kita harus mempelajari siklus nya.

Biasanya berapa lama menjelang sell in may harga akan mencapai titik terendahnya, berapa lama setelah Sell in May harga akan mencapai titik tertingginya. Jadi kita punya gambaran kapan harus beli dan kapan harus jual.

Biasanya kapan emiten dividen akan mencapai titik terendahnya, dan akan mencapai titik tertingginya. Jadi kita punya gambaran kapan harus beli dan kapan harus jual.


About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

2 Comments

  1. @Kakdr mo nanya dijawab belakangan juga boleh…hihihi
    Seperti paparan @kakdr…”Biasanya berapa lama menjelang sell in may harga akan mencapai titik terendahnya, berapa lama setelah Sell in May harga akan mencapai titik tertingginya.”

    Nah…harga terendah turun berapa % dari harga saat cum date?
    Terus berapa lama waktu yg diperlukan dari harga terendah ke harga normal?

    Pinginnya jawaban yang pernah @kakdr alami, bukan kayak analisa yg belum tentu kebenarannya.
    Terima kasih, semoga berkah apa yang @kakdr berikan.

    • gue pernah mengalami turun sampai Oktober.
      Tapi tidak selalu terjadi kok.
      Sell in May itu kan yang turun IHSG nya,
      Sedangkan emiten emitennya tidak semuanya turun. sama aja seperti biasa. pasti ada yang turun (kalau sudah naik banyak atau sudah mahal) dan ada yang naik (kalau sudah turun banyak atau sudah murah).

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*