Kakdr Way – Kaset Rusak

KASET RUSAK…. KASET RUSAK….. KASET RUSAK!!!

1.UANG DINGIN (Syarat Mutlak)
Bukan uang yang harus dipakai jika ada keperluan mendadak


2.STANDARD FUNAMENTAL
baca : https://kakdr.com/pengertian-pbv-der-roe-dividen/
* PBV <1
Mencari emiten yang dihargai dibawah nilai buku nya oleh pasar.

* DER <1
Mencari emiten yang hutangnya lebih kecil dari modal sendiri. Tujuannya adalah jika terjadi hal hal diluar dugaan (Pailit) setelah seluruh aset dijual dan membayar hutang, masih ada sisa untuk dibagikan kepada pemegang sahamnya.
DER > 1 dapat diterima jika ROE minimal minimal 10X DER.
Misalkan DER 2.5X tetapi ROE 25% ini dapat diterima.
Artinya jika seluruh keuntungan setiap tahunnya dipakai untuk membayar hutang, maka dalam 10 tahun hutang tersebut akan lunas.

* ROE POSITIF
Mencari emiten yang dalam menjalankan usahanya setiap tahun tidak sampai mengalami kerugian yang bisa menyebabkan harta perusahaan berkurang (makan dalam)


3.YANG PENTING JANGAN RUGI DULU
baca : https://kakdr.com/kakdr-way-yang-penting-jangan-rugi-dulu/
baca : https://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-3-math-way/
* PISAU JATUH >50%+ (Harga sudah turun minimal 50% dari harga tertingginya)
NAIK itu tidak ada batasannya, dari 100 Rupiah bisa saja naik sampai 6.000 seperti yang terjadi pada INAF dari tahun 2016 sampai 2018. Atau dari 50 Rupiah bisa naik sampai 575 seperti pada DOID dari tahun 2016 sampai 2019.
Sementara TURUN itu ada batasnya, Jika kita membeli sebuah emiten yang harganya 1.000 Rupiah sudah turun sampai 500 Rupiah, maka disaat itu resiko kita sudah tinggal separoh. inilah tujuannya dari Pisau Jatuh >50%+.

* DIVIDEN RUTIN = WAJIB
Dividen Rutin ibarat uang tunggu untuk kita selama menunggu sampai target harga jual kita tercapai. Wajarlah, karena kalau kita depositokan ke bank, kita juga akan dapat bunga setiap tahunnya.
Dividen Rutin juga bisa menjadi Poin Pengaman bagi kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kita esok, demikianpun dengan kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu fungsi dividen adalah mengembalikan sebagian dari uang kita setiap tahunnya agar jika sampai pilihan kita salah, minimal minimal ada sebagian uang kita yang bisa kita ambil kembali.

IHSG memiliki +600 emiten, jika uang kita terbatas, maka pilihlah emiten emiten yang setiap tahun pasti membagikan dividen berdasarkan sejarahnya, pilihlah juga emiten emiten yang memberikan dividen dengan yield tinggi. Kecuali kalau emiten dengan kriteria rutin dividen dan yield tinggi, sementara uang masih tersisa, bolehlah kita belikan emiten emiten kelas duanya. yield lebih rendah, atau tidak rutin membagikan dividen.

Dividen juga bisa menunjukkan GCG (Tata Kelola Perusahaan) yang baik dari sebuah emiten.
Pemilik modal, pelaksana perusahaan, trader, investor sama sama manusia, sama sama butuh makan, sama sama menghendaki mendapatkan keuntungan dari uang atau tenaga yang mereka keluarkan. Jika manajemen mendapatkan bonus tahunan atas sumbangsih tenaga dan pikiran mereka, sewajarnya juga pemegang saham mendapatkan pembagian hasil dari keuntungan perusahaan atas modal mereka

* DIVERSIFIKASI LEBAR
baca : https://kakdr.com/kia-su-kia-si/
baca : https://kakdr.com/buy-tepe-buyback/
Dengan memperbanyak emiten kata orang, tidak bisa mendapatkan reward yang maksimal. Siapa bilang?
Justru dengan memperbanyak emiten, kita bisa menekan risk seminimal mungkin sekaligus reward semaksimal mungkin.

Kalau kita punya uang 50 juta dan kita belikan 25 juta di 1 emiten, maka ketika harga turun -30%, gemetaran kita. Karena jika sampai kita beli lagi (averaging down) dan ternyata kita salah mengambil keputusan, maka kita bisa kehilangan semua modal kita. Disitulah sisi Kia Si kita sebagai manusia akan berperan. Mau sebagus apapun emiten tersebut, kita sudah kehilangan mental. Karena taruhannya terlalu besar.

Tetapi jika kita punya uang 50 juta dan kita belikan 25 emiten masing masing 2 juta Rupiah, maka ketika harga turun -30%, kita masih mampu menganalisa dan berpikir secara rasional. Mau tambah lagi atau tidak? karena dengan memiliki 50 juta Rupiah, secara mental kita masih mampu menerima kehilangan sampai 2 juta rupiah, bahkan sampai 4 juta rupiah (jika kita beli lagi sebanyak 2 juta)

Demikian pun dengan menentukan target keuntungan. Kita jadi punya mental lebih kuat untuk berani merealisasikan keuntungan dengan persentase lebih besar.

Setiap kali kita mengambil sebuah keputusan atau tindakan, selalu ada 2 kemungkinan yang akan terjadi. Benar atau Salah.
Probabilitas selalu sama 50:50

Dengan hanya 1 emiten kita hanya memiliki 1 probabilitas 50:50
Kalau sampai salah ya habis.
Tetapi dengan 25 emiten, kita memiliki 25 probabilitas 50:50
Pasti akan ada X emiten yang benar dan Y emiten yang salah.
Nah X yang benar dapat kita realisasikan dan kesempatan menambah posisi Y yang salah (selama pemilihan emiten sudah benar).

Demikian pun dengan harga, setiap saat adalah pertigaan. Pasti selalu ada 2 kemungkinan ke depannya. Naik atau Turun.
Ketika kita merealisasikan keuntungan dan menambah posisi yang sedang rugi, kedepannya selalu terbuka kemungkinan harga emiten yang kita sudah realisasikan akan turun kembali sementara emiten yang kita tambah beli akan naik kembali.


4.AVERAGING DOWN (Setiap Turun 30% dari Harga Beli Terakhir)
baca : https://kakdr.com/turun-30-cuan-50/
baca : https://kakdr.com/merah-dan-hijau-sama-saja/
Di awal ketika kita membeli sebuah emiten di harga 1.000 dengan Target Profit +50%, maka harga emiten tersebut harus naik 500 sampai 1.500 baru tujuan TP +50% kita dapat terealisasi.
Tetapi jika kemudian harga malah turun 300 ke 700 Rupiah dan kita diamkan, maka di posisi tersebut, jika kita masih tetap mengharapkan keuntungan 50%, maka harga harus naik sebesar 800 Rupiah ke 1.500 baru kita bisa merealisasikan target profit kita yang 50%.
Tetapi harus diingat, di posisi 700 Rupiah, untuk naik sampai 1.500 dibutuhkan kenaikna harga sebesar 142%.
Mau naik 50% aja sulit, apalagi harus naik sampai 142%!
Mau tunggu berapa lama?
Inilah Fungsi dari Averaging Down.
Averaging Down 30% berfungsi mempercepat waktu tunggu.
Jika awalnya kita membeli di harga 1.000 dan kemudian kita beli lagi di harga 700. Maka jika kemudian harga naik kembali ke harga 1.000 kita sudah bisa merealisasikan dulu keuntungan dari pembelian kedua di harga 700.

Plus atau Minus itu hanya ilusi sebelum kita realisasikan. Maksudnya bagaimana?
Dengan uang 1 Juta Rupiah jika kita belikan saham seharga 1.000 Rupiah maka kita akan mendapatkan 10 Lot. Jika kemudian harga saham tersebut turun ke 700 Rupiah, memang benar uang kita tinggal 700.000 Rupiah, tetapi itu sifatnya adalah Floating! Mengambang! besok kalau harga naik kembali ke 1.000 maka uang kita akan kembali ke 1 Juta Rupiah lagi.
Tetapi mau di 1.000 kek, di 700 kek, di 1.500 kek, Lot yang kita miliki tetaplah sama yaitu 10 Lot.
Justru turunnya harga menjadi sebuah kesempatan buat kita (selama pemilihan sahamnya sudah benar).
Diharga 1.000 Rupiah dengan uang 1 Juta Rupiah, kita hanya mendapatkan 10 Lot. Tetapi jika kita beli lagi di harga 700 Rupiah, dengan uang 1.000.000 Rupiah kita bisa dapatkan 14 Lot. Artinya dividen yang akan kita terima bertambah sebanyak 40%.


5.SABAR
Di Bursa, Waktu itu milik kita. Pada dasarnya secara jangka panjang, selama emiten yang kita pilih sudah benar, pasti akan naik. Hanya kapan nya yang sulit ditebak.

Harga tidak selalu berjalan beriringan dengan Nilainya, karena bursa itu tidak ada bedanya dengan pasar. Kebanyakan hukum permintaan vs Penawaran lah yang lebih dominan.
Seringkali emiten yang baik harganya malah terus turun, emiten yang kurang baik malah harganya naik terus.
Tetapi Kualitas Gak Bisa Bohong, secara jangka panjang harga pasti akan menuju ke nilai sebenarnya.

Kita hanya perlu bersabar menunggu giliran aja. Sama seperti seorang ibu yang sedang mengandung. Mau diapain pun, tetap harus tunggu 9 bulan. Memaksakan agar bisa lebih cepat melahirkan malah akan menyebabkan kematian bagi si anak dan mungkin juga pada sang ibu.

KASET RUSAK…. KASET RUSAK….. KASET RUSAK!!!


Diseluruh post di web ini, anda mungkin hanya akan menemukan 5 Poin ini yang terus diulang ulang.


Uang Dingin, PBV, DER, ROE, Dividen, Diversifikasi Lebar dan Sabar

Tapi memang hanya inilah inti dari semuanya. Kalau bisa menguasai aliran Fundamental atau Teknikal, tentunya hasilnya akan lebih baik. Tetapi kalau tidak punya waktu lagi mempelajari, KakdrWay ingin mengigatkan bahwa kita masih memiliki kemampuan dasar manusia yang telah diberikan oleh Tuhan yang disebut LOGIKA

Intinya cuma
* Jual di harga lebih tinggi dari harga beli itu disebut Untung.
* Jual di harga lebih rendah dari harga beli itu disebut Rugi.
Udah!!! Gitu doang

Seiring dengan waktu, tentunya kita akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak, ketika saat itu tiba kita sudah bisa memilih emiten emiten yang lebih baik lagi.

Tetapi sebelum bisa menguasai, bukan berarti bahwa kita harus rugi dulu.
Wajar kalau awalnya rugi. Kalau gak rugi, gak belajar.

Buang pikiran seperti itu jauh jauh.

Maksimal sudah tidak rugi uang, karena kita sudah rugi waktu.Kalau belum belum di Otak sudah berpikir rugi, mending deposito in aja uang nya. Sudah pasti gak rugi, dan dapat bunga (walaupun sedikit)


Akhirnya….
Tujuan dari seluruh post di web ini adalah:
TAKE PROFIT
Bagaimana strateginya?


6.TAKE PROFIT (+50% dan +100%)
baca : https://kakdr.com/jual-beli-pakai-patokan/
baca : https://kakdr.com/target-compound-dan-waktu/
Judulnya aja uda Take Profit, artinya Happy Ending.
Mau ambil untung berapa sebenarnya sudah kembali ke rencana dan pemikiran masing masing.

Hanya saja dengan mempertimbangkan Poin 1, Poin 2, Poin 3, Poin 4 dan Poin 5 diatas, Minimal angka +50% dan atau +100% adalah persentase wajar menurut KakdrWay.

Kalau punya waktu banyak liatin bursa setiap harinya, +50% dan +100% bisa saja diturunkan menjadi +25% dan +50% misalnya.
Target Profit yang lebih kecil mengakibatkan waktu realisasi keuntungan menjadi lebih pendek.

Kalau punya waktu sedikit liatin bursa, +50% dan +100% bisa saja dinaikan menjadi +75% dan +150% misalnya.
Target Profit yang lebih besar mengakibatkan waktu realisasi keuntungan menjadi lebih panjang tapi kan tiap tahun ada dividen.


* Jika kita memecah modal 50 juta modal kita menjadi 50 emiten (50 biang @1 jut), setiap berhasil merealisasikan 2X keuntungan 50% artinya kita sudah bisa membeli 1 biang (atau Averaging Down) lagi.
* Jika dalam 1 tahun kita bisa merealisasikan 12X keuntungan 50% (1X setiap bulan) artinya kita sudah bisa membeli (atau Averaging Down) lagi 5 Biang.
* Dengan mendapatkan tambahan 5 biang berarti kita telah memperbesar probabilitas kedepannya untuk bisa merealisasikan keuntungan lebih banyak kali lagi.
* 5 Biang dari 50 Biang adalah 10%.
10% dari 55 Biang akan menjadi 60.5 Biang
10% dari 60.5 Biang akan menjadi 66.5 Biang
10% dari 66.5 Biang akan menjadi 73.2 Biang
inilah dahsyatnya compounding

====================
Starbucks, 15 April 2019
KASET RUSAK…. KASET RUSAK….. KASET RUSAK!!!

Basic Strategi Perdana : https://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-1/
Panduan Berselancar di KakdrWay : http://kakdr.com/selamat-datang-di-kakdr-way-panduan-web/

About Kakdr 239 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*