Gunanya Mencatat Transaksi Pembelian secara Terpisah

Banyak yang bertanya setelah Averaging Down ala Kakdrway (baca : https://kakdr.com/begini-cara-averaging-down-gue/ ) apakah dicatat terpisah ataukah di jadikan rata rata keseluruha.
Jawabannya adalah : “DIPISAH”
Tutorial mencatat transaksi secara detail dapat dibaca disini

Coba perhatikan ilustrasi A (atas) dan ilustrasi B (bawah).
Jika kita awalnya membeli 50 Lot ABCD di harga 1.000 (5jt) dan kemudian Averaging Down 70 Lot ABCD di harga 700 (4.9jt)…

A. Jika kita catat terpisah dan kemudian harga naik sampai 825 Rupiah,
Maka kita bisa dengan jelas melihat bahwa emiten ABCD itu sebenarnya terdiri dari 2X pembelian (di 1.000 dan di 700) *lihat ilustrasi A , Dimana:

1. 50 Lot ABCD yang di beli di harga 1.000 Rupiah sebenarnya masih mengalami Floating Loss sebesar -17.9% (Rugi 896.463 Rupiah) sedangkan 70 Lot ABCD yang dibeli di harga 700 sudah mengalami Floating Profit sebesar +17.29% (Untung 848.943 Rupiah).

Jika saat itu kita membutuhkan uang yang mendesak kita bisa merealisasikan terlebih dahulu keuntungan atas 70 Lot Modal 700 sementara 50 Lot Modal 1.000 yang posisi Floating Loss kita tidak realisasikan kerugiannya.

2. Demikian juga dengan Take Profit +50% & +100% ala KakdrWay (baca : disini)
* Jika Harga kemudian naik sampai 1.050 kita realisasikan terlebih dahulu 50% Lot yang modal 700 Rupiah
* Jika Harga kemudian naik sampai 1.400 kita bisa realisasikan lagi 50% Lot tersisa yang modal 700
* Jika Harga kemudian naik lagi sampai 1.500, kita realisasikan lagi 50% Lot yang modal 1.000 Rupiah

B. Tetapi jika kita Gabungkan kedua pembelian dan kemudian harga naik sampai 825 Rupiah.
Maka yang kita lihat adalah kita memiliki emiten ABCD sebanyak 120 Lot dengan Modal 825 Rupiah *lihat ilustrasi B
1. Yang terlihat oleh kita adalah di harga 825 Rupiah, kita masih mengalami posisi Floating Loss sebesar -0.48% (Rugi 47.520)

Jika saat itu kita membutuhkan uang yang mendesak, jika kita jual di harga 825 Rupiah, artinya kita merealisasikan kerugian (walaupun cuma -0.48% namanya tetap rugi)

2. Demikian juga dengan Take Profit +50% & +100% ala KakdrWay (baca : disini)

* Dengan menggabungkan 50 Lot Modal 1.000 & 70 Lot Modal 700, Modal rata rata menjadi 825 Rupiah.
Memang modal kita menjadi turun kalau kita lihat dari sudut pandang modal awal yang 1.000 Rupiah.
Tetapi harus diingat bahwa untuk menurunkan modal dari 1.000 menjadi 825 Rupiah, kita harus menambahkan sejumlah modal yang sama untuk membeli lagi di harga 700.
Nah, jika dari sudut pandang pembelian terakhir di 700 Rupiah, modal rata rata kita malah naik menjadi 825 Rupiah.

* Demikian juga dengan Take Profit +50% & +100% ala KakdrWay (baca : disini). Di Modal rata rata 825 Rupiah kita baru bisa merealisasikan keuntungan:
+50% di harga 1.238
+100% di harga 1.650

Sebenarnya apa beda nya catat dipisah dengan catat digabung?
Bukannya hasil akhirnya sama sama masih posisi Floating Loss -0.48% (Rugi 47.520)???
*lihat lagi ilustrasi A & B

Yesss…..
Ilustrasi A maupun B semua hasil akhirnya adalah sama. Sama sama masih mengalami posisi Floting Loss -0.48% (Rugi 47.520 secara total).

Yang membedakan adalah Psikologisnya….
Yang membedakan adalah Matematikanya….

Secara psikologis, emosi & mental kita cenderung lebih tenang ketika menghadapi ada saham kita yang masih rugi tetapiiiii pada saat bersamaan kita mengetahui bahwa ada juga yang sudah untung.
Yang kita realisasikan itu adalah saham yang sudah untung. Sementara yang masih Rugi kita biarkan saja. Toh selama menunggu Take Profit kita akan mendapatkan Dividen setiap tahunnya. Yang penting emitennya sudah benar aja.
baca : https://kakdr.com/easy-way-kakdr-way-bagian-2-basic-strategy/

Jika nanti setelah kita realisasikan keuntungan (Modal 700 dalam ilustrasi) harga melanjutkan kenaikan, kita bisa kembali merealisasikan keuntungan atas pembelian di modal yang lebih tinggi (Modal 1.000 dalam ilustrasi).
Tapi jika ternyata harga berbalik turun, kita bisa buyback.

Dalam keadaan emosional yang tenang, kita bisa berpikir lebih jernih, kita bisa berhitung lebih cepat dan akurat. Sehingga bisa mengambil keputusan yang lebih baik.

Tetapi jika kita menjual saham kita yang rata rata modalnya adalah 825 Rupiah di harga 825 Rupiah juga, walaupun kita mengetahui bahwa kita pernah averaging down di 700 Rupiah, secara psikologis kita pasti akan menganggap bahwa itu adalah Cut Loss (walaupun kecil).
Ketika kita menganggap kita telah merealisasikan kerugian, yang ada dalam pikiran kita adalah mencari kembali kerugian kita dengan segera.
Saat itu rasional kita sudah tidak ada. Secara emosi kita sudah terganggu.
Dalam keadaan seperti itu, kita sudah tidak bisa lagi berpikir jernih dan berhitung dengan baik. Sehingga akhirnya keputusan yang kita ambil lebih bersifat spekulasi dan untung untungan…

Kira kira begitulah jawaban dari apakah lebih baik di catat terpisah atau digabungkan. Mencatat terpisah secara mendetail adalah yang terbaik.
Untuk Tutorial mencatat yang baik bisa dibaca di : https://kakdr.com/mencatat-portofolio-secara-lengkap-beli-jual-buyback-sampai-perkembangan-equity/ atau https://kakdr.com/mencatat-portofolio-secara-lengkap-beli-jual-buyback-sampai-perkembangan-equity-tutorial/

Bagikan :
About Kakdr 174 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Strategy Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*