UNTR – Pisau Jatuh Berdividen Rutin

Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, perlu diingatkan bahwa 2 tahun terakhir adalah masa masa kurang baik untuk Grup Astra.
ASII, AALI, UNTR, adalah emiten emiten dibawah Astra yang terkena sentimen negatif dari sektor CPO, Batubara dan Otomotif.

UNTR, emiten yang menjual alat alat berat. Yang saat ini terkena sentimen negatif batubara yang sedang anjlok. Harus diperhatikan bahwa Alat berat itu tidak hanya digunakan oleh sektor pertambangan, tetapi juga digunakan oleh sektor pembangunan dan infrastruktur.
Gencarnya pembangunan infrastruktur dalam pemerintah Pak Jokowi sudah pasti membutuhkan alat alat berat juga.
Okelah, stop menggiring opini nya hihihihihi…. kita kembali ke screening standard berdasarkan KakdrWay aja

Sebenarnya UNTR ini masih belum masuk kategori Pisau Jatuh. Hanya saja selama pengalaman 7 tahun nyaham, sangat jarang terjadi ada emiten super chips yang bisa jatuh lebih dari 30% tanpa rebound.
Perlu diperhatikan juga bahwa sejak tahun 2016, UNTR sebenarnya masih mengalami kenaikan sebesar +62%.
Jika UNTR melanjutkan penurunan sampai harga terendah 5 tahunnya, maka masih berpotensi turun lagi sampai -38% lagi.

PBV 1.4X dapat diterima karena dividen yield 2 tahun terakhir masih minimal 2X dari PBV nya yaitu 4.23% (tahun 2018) dan 3.5% (tahun 2019) tetapi jika kita lihat dari tahun 2016 yieldnya kurang dari 2.8% (2X PBV)

DER 1X , Public Share 40% (sisanya dipegang Astra) ini sudah memenuhi syarat standard ala KakdrWay,
Dividen? Rutin….

Sekarang ayo kita mencari tahu Resiko Maksimal

Asumsi dividen kedepannya menggunakan patokan rata rata dividen 3 tahun terakhir

Ilustrasi dimulai dari harga 20.750 dengan template AVG & TP Plan ala Kakdr, jika ingin mulai dari harga sendiri, template dapat di download di: https://kakdr.com/avg-tp-plan-template-ala-kakdrway-upd-april-2019/

Karena kita sudah mengetahui bahwa harga terendah UNTR 5 tahun terakhir ada di 12.800 Rupiah, maka gue mempersiapkan diri jika harga turun -30% lagi lebih rendah dari 12.800.
Secara total di butuhkan 1X beli biang dan 3X Averaging Down jika harga ternyata melanjutkan penurunan sampai 7.116

Jika kita mulai membeli sebanyak 4 lot di harga 20.750 (sesuai ilustrasi) maka jika harga kemudian turun sampai 7.116 kita harus mempersiapkan diri membeli sampai total 4X, dengan total lot akhir adalah sebanyak 30 Lot dengan total modal yang dibutuhkan sebesar 33.751.807
Total rata rata UNTR kita saat itu adalah 11.251 Rupiah.
ps. Lot beli tidak lah harus dimulai dari 4 lot, tetapi disesuaikan ke kemampuan finansial masing masing. Yang penting pastikan jangan sampai kehabisa nafas untuk Averaging Down dan kalau bisa usahakan beli lot genap untuk tujual TP +50% dan +100%

Jadi kalau kita mendadak butuh uang, di harga 11.300 kita sudah bisa jual semua tanpa mengalami kerugian. Atau bisa juga jika hendak baca : memecah resiko atau baca : pindah kapal . Selain itu sebaiknya rencana yang telah disusun dijalankan sampai selesai.

Untuk dividen, gue menggunakan angka 604 yang menjadi rata rata dividennya 3 tahun terakhir.

Jadi jika tahun tahun mendatang, dividen yang dibagikan turun sampai adalah 604 Rupiah, dividen yield yang kita akan dapatkan adalah sebesar 2.9% (sudah >2X PBV) dan akan lebih besar lagi jika sampai harga terus turun.

PS. Artikel ini hanyalah ilustrasi dan sharing pandangan, BUKAN ajakan membeli ataupun menjual.
Perlu diketahui bahwa menangkap pisau jatuh mengandung resiko.
Namanya aja MenangkapPisau Jatuh.
Oleh karena itu harus dipikirkan benar benar, dan harus yakin benar benar kalau analisa kita itu sudah benar.

Bagikan :
About Kakdr 174 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Strategy Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*