Menyandingkan (Pairing) BJBR & BJTM dengan strategi loncat kapal

Tahun 2019 ini BJBR sudah turun hampir 50%. Dan berdasarkan sejarah dividen, di harga 1.250 dividen yieldnya (net) sekarang sudah lebih tinggi dari BJTM

Disini kita tidak membicarakan fundamental, tetapi murni berdasarkan pisau jatuh, lot dan dividen. Ada hal yang menarik yang kini bisa kita mainkan yaitu strategi pindah kapal

BJBR dan BJTM adalah 2 emiten yang sama sama adalah BUMD, yang satu milik Jawa Barat, yang satu milik Jawa Timur. Sama sama menjadi icon / muka dari pemerintah provinsi masing masing. Sama sama menjadi sumber Pendapatan dari APBD. Jadi sudah hampir bisa dipastikan BJBR dan BJTM akan terus membagikan dividen setiap tahun kedepannya.

Nah, bagaimana strateginya?

Perlu dipahami, sebelum dibelikan saham satuan harta kita adalah berupa Rupiah (uang). Setelah di belikan saham di harga X maka kita telah mengubah satuan harta kita menjadi bentuk lot. Tujuan mengubah ataupun tidak mengubahnya tentu adalah dengan tujuan NILAI nya bisa berkembang. Nilai yang kita harapkan berkembang itu tidak hanya dalam satuan uang, tetapi bisa juga dalam bentuk lot dan juga lot dan uang.
*baca pengertian Harta & Harga dan juga Kiri dan Kanan

Jika (seperti dalam ilustrasi) kita membeli BJBR dan BJTM masing masing sebanyak 12.500.000 (atau nominal lain yang penting sama besarnya, ini hanya ilustrasi) maka kita akan mendapatkan 100 Lot BJBR dan 185 Lot BJTM dengan total modal dibutuhkan adalah sebesar 24.987.500 (belum termasuk fee beli) DAN jika berpatokan pada besaran dividen rata rata 3 tahun terakhir, maka setiap tahunnya kita berpotensi mendapatkan dividen sebesar 1.546.193 atau 6.19% (ini pandang dari sudut kita menabung, dapat bunga setiap tahunnya)
* dicatat: duit 25jt berpotensi mendapatkan dividen sebesar 1.546.193 atau dividen yield (anggap bunga tabungan) 6.19% pertahun

Jika kemudian BJBR turun 10% ke 1.125 dan BJTM malah naik 10% ke 742, maka jika kita jual sebagian atau seluruh BJTM milik kita dan dibelikan BJBR (ilustrasi menggunakan asumsi jual seluruh supaya lebih gampang hitung). Maka uang penjualan BJTM tersebut dapat dibelikan 122 lot BJBR di harga 1.125
A. Coba perhatikan, awalnya modal yang kita keluarkan untuk membeli BJBR dan BJTM hanya 24.987.500 tetapi sekarang modal yang kita pakai untuk membeli seluruh BJBR sudah naik menjadi 26.227.000 tanpa kita mengeluarkan modal tambahan lagi.
B. Coba perhatikan, awalnya uang 12.500.000 hanya bisa dibelikan 100 lot BJBR di harga 1.250, tapi akibat penurunan BJBR & kenaikan BJTM yang masing masing hanya 10%, jika dijual (BJTM) sekarang bisa mendapatkan 122 lot BJBR. Dapat 22% lot lebih banyak. Tanpa keluar uang lagi.
C Coba perhatikan lagi, akibat aksi tersebut (jika dilakukan) potensi dividen yang awalnya adalah sebesar 1.546.193 sekarang sudah naik menjadi 1.789.685
* dicatat lagi: duit 25jt berpotensi mendapatkan dividen sebesar 1.546.193 atau dividen yield (anggap bunga tabungan) 6.19% pertahun sekarang sudah naik jadi 1.789.685 atau 6.82% setahun

Nilainya naik kan?
Poin A kita mendapatkan kenaikan nilai harta berupa Capital Gain
Poin B kita mendapatkan kenaikan nilai harta berupa Lot Gain
Poin C kita mendapatkan kenaikan nilai harta berupa Dividen Gain

Atau jika kemudian BJBR yang naik 10% ke 1.375 dan BJTM malah turun 10% ke 706, maka jika kita jual sebagian atau seluruh BJBR milik kita dan dibelikan BJTM (ilustrasi menggunakan asumsi jual seluruh supaya lebih gampang hitung). Maka uang penjualan BJBR tersebut dapat dibelikan 226 lot BJBR di harga 607.
A. Coba perhatikan, awalnya modal yang kita keluarkan untuk membeli BJBR dan BJTM hanya 24.987.500 tetapi sekarang modal yang kita pakai untuk membeli seluruh BJTM sudah naik menjadi 26.205.700 tanpa kita mengeluarkan modal tambahan lagi.
B. Coba perhatikan, awalnya uang 12.500.000 hanya bisa dibelikan 185 lot BJTM di harga 675, tapi akibat kenaikan BJBR & penurunan BJTM yang masing masing hanya 10%, jika dijual (BJBR) sekarang bisa mendapatkan 226 lot BJTM. Dapat 22% lot lebih banyak. Tanpa keluar uang lagi.
C Coba perhatikan lagi, akibat aksi tersebut (jika dilakukan) potensi dividen yang awalnya adalah sebesar 1.546.193 sekarang sudah naik menjadi 1.644.206
* dicatat lagi: duit 25jt berpotensi mendapatkan dividen sebesar 1.546.193 atau dividen yield (anggap bunga tabungan) 6.19% pertahun sekarang sudah naik jadi 1.644.206 atau 6.27% setahun

Nilainya naik juga kan?
Poin A kita mendapatkan kenaikan nilai harta berupa Capital Gain
Poin B kita mendapatkan kenaikan nilai harta berupa Lot Gain
Poin C kita mendapatkan kenaikan nilai harta berupa Dividen Gain

Naik dan turunnya harga berpengaruh langsung ke jumlah lot didapat, PBV dan Dividen Yield (dengan asumsi kinerja tetap sama).
Harga turun artinya PBV ikut turun
Harga turun artinya Dividen yield jadi naik
Harga turun artinya dapat lot lebih banyak
demikian pun berlaku sebaliknya.

Dengan aksi menyandingkan BJBR dan BJTM, ada 4 Kemungkinan yang bisa terjadi:
1. BJBR Naik (+) , BJTM Naik (+)
2. BJBR Naik (+) , BJTM Turun (-)
3. BJBR Turun (-) , BJTM Naik (+)
4. BJBR Turun (-) , BJTM Turun (-)

Lambang positif ( + ) artinya keuntungan buat kita
Lambang negatif ( – ) artinya kerugian buat kita

Untuk Poin ke 1: karena semuanya positif (+) artinya sudah tidak ada masalah, karena judulnya uda cuan
Untuk Poin ke 2 dan 3: hasilnya adalah netral, tetapi akibat perencanaan yang telah dibuat, kita sudah berhasil mengubah poin negatif menjadi positif sehingga sudah menjadi positif juga.
Untuk Poin ke 4: Nah ini yang biasanya membuat banyak yang kebingungan dan akhirnya memilih jalan singkat. Cut Loss berdarah darah.

Setiap apapun itu pasti memiliki akibat positif dan negatif. Dan kemungkinan masing masing adalah sebesar 50%.
Dalam persandingan BJBR dan BJTM ini, ada 4 kemungkinan yang akan terjadi, dimana 3 poin nya adalah poin positif, dan 1 poin sisanya adalah akumulasi dari poin negatif. Yang otomatis Negatifnya naik menjadi 3X lebih besar (supaya kembali ke efek 50 : 50)

Jika kita tidak memiliki perencanaan yang matang, maka jika kedepannya BJBR dan BJTM turun bersamaan, atau mungkin malah jatuh dalam bersamaan, maka kita hanya punya 2 pilihan:
1. Cut Loss (gak kuat lihat floating loss)
2. Pasrah

Perlu diingat, jika kita membeli sebuah saham di harga 1.000 yang kemudian turun ke 500 (turun 50%) misalnya dan kita hanya diam, maka selanjutnya harapan kita adalah harga naik kembali sebesar 100% (dari 500 ke 1.000) hanya untuk kita kembali modal (BEP)

Oleh karena itu, sebagai penangkap pisau jatuh, KakdrWay sesuai Disclaimernya setelah membeli sebuah saham, tidak langsung mengharapkan harga naik, tetapi malah turun dulu, karena kombinasi dari menangkap pisau jatuh adalah: Averaging Down

Jika kemudian harga BJBR dan BJTM jatuh bersamaan, ingatlah bahwa kedua emiten ini adalah BUMD. Dimana sebagai BUMD, kemumgkinan sampai bisa bangkrut itu sangat kecil. Dan sebagai BUMD, keduanya diharapkan untuk bisa membagikan dividen setiap tahunnya sebagai bagian dari APBD (Anggaran PENDAPATAN dan Belanja Daerah).
Biasanya dividen dari emiten emiten yang merupakan BUMN atau BUMD cenderung lebih besar setiap tahunnya. Jadi semakin harga turun, semakin besar dividen yield (ongkos tunggu) yang bisa kita dapatkan setiap tahunnya sambil kita menunggu untuk bisa mendapatkan keuntungan dari Capital Gain.
Dan dari dividen yang kita dapatkan, kita bisa belikan lagi saham yang sama, yang artinya tahun mendatang, lot yang kita dapatkan dari dividen juga akan kembali menghasilkan dividen.

Lalu apakah aksi menyandingkan ini, atau aksi pindah kapal hanya bisa dilakukan dengan catatan harus ada yang naik dan ada yang turun?
Tidak juga…
Pindah kapal bisa tetap dilakukan dalam setiap keadaan.
Misalnya BJBR turun 5% BJTM turun 25% juga bisa karena ada selisih 20%
Misalnya BJBR naik 25% BJTM naik 5% juga bisa karena ada selisih 20%
Cara paling gampangnya adalah berpatokan seperti pada artikel Jual & Beli Pakai Patokan
Atau kalau lu kebetulan punya BJTM dengan modal dibawah 675, sekarang adalah saat yang paling mantap untuk pecah jadi dua.
Jual separoh dari BJTM lu sekarang untuk digantikan dengan BJBR, karena di posisi sekarang (BJBR 1.250 dan BJTM 675) Dividen Yield BJBR uda jelas lebih besar dari BJTM baik secara rata rata 1 tahun terakhir, 3 tahun terakhir maupun 5 tahun terakhir.

Mau jual beli pake patokan Dividen Yield boleh, pake Pisau jatuh boleh, atau Pake PBV juga boleh.
Kembali ke perencanaan dan selera masing masing aja.
Yang penting beli di 1.000 harus jual diatas 1.000
Yang penting jual di 1.000 baru boleh buyback di bawah 1.000
Yang penting kalau beli di 1.000 kemudian jual di 900 harus untuk buyback saham lain yang juga sudah turun dari 1.000 ke harga dibawah 900 ditambah sebanyak banyaknya plus poin nya yang lain.

About Kakdr 238 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*