KakdrWay – Tahukah Anda? (2019)

Tahukah Anda?
Kakdr bergabung Stockbit dengan sejak 4 Mei 2017 dan memiliki 3 trit serial kakdrway yaitu:
1. Kakdr Way (Ncek Glodok Style) – Dimulai pada 9 November 2018 dengan 2.050+ reply
2. Kakdr Way (Ncek Glodok Style) Trit ke 2 – Yuk Pake Logika – Dimulai pada 22 January 2019 dengan 2.040+ reply
3. Kakdr Way (Ncek Glodok Style) Trit ke 3 – Ayo Berkebun (Nabung) Saham – Dimulai pada 29 Mei 2019 dengan 2.350+ reply

Tahukah Anda?
Kinerja portofolio Kakdr sejak tahun 2018 (Tahunan) bisa dilihat disini

Tahukah Anda?
Sejak 1 November 2019, website kakdr.com sudah tidak lagi melulu menerbitkan artikel mengenai saham. Tetapi juga artikel mengenai liburan. Work Hard Play Harder. kata Kakdr
“Travelling , it leaves you speechless, then turns you into a storyteller” – Ibn Battuta. Kata kontributor ipie
Artikel liburan di web ini bisa dibaca di KakdrTrip – Euro 2019

Tahukah Anda?
Yang pertama kali kita harus pikirkan ketika masuk ke dunia saham bukanlah mau cari untung berapa? tetapi adalah bagaimana jangan sampai rugi dulu. Karena dengan tidak rugi artinya sudah untung.

Tahukah Anda?
Mengharapkan keuntungan 100%
A. Kalau kita beli sebuah saham seharga 500 Rupiah.
Untuk mendapatkan untung 100%, selanjutnya harga harus naik 500 Rupiah ke 1.000 Rupiah.
B. Kalau kita membeli sebuah saham yang harganya sudah turun dari 500 ke 250 Rupiah. Maka untuk mendapatkan untung 100%, harga hanya perlu naik 250 Rupiah kembali ke 500.
C. Kalau kita membeli sebuah saham yang harganya sudah naik dari 500 ke 1.000 Rupiah. Maka untuk mendapatkan untung 100%, sekarang harganya harus naik 1.000 Rupiah ke 2.000.
Membeli saham yang sudah naik banyak, selain membutuhkan kenaikan lebih banyak, juga memberikan resiko yang lebih besar kepada kita.

Tahukah Anda?
Harga itu jangan ditebak, tetapi di antisipasi
Banyak yang suka menebak harga. “Habis ini pasti naik nih”, atau “Wah pasti turun nih”.
Padahal yang namanya harga itu, setiap saatnya selalu mengandung 2 kemungkinan yang akan terjadi.
1. Naik
2. Turun
Harga itu jangan di tebak, tetapi di antisipasi
Kalau turun gue harus gimana? Kalau naik gue harus ngapain?

Tahukah Anda?
Dividen Yield itu bisa dilihat dari 2 sudut pandang. Mau dari sudut pandang modal beli atau sudut pandang harga terakhir?
1. Jika dari sudut pandang modal beli maka kita menghitung besaran yield yang kita dapatkan dari sisi uang yang kita keluarkan.
2. Jika dari sudut pandang harga terakhir, maka kita menghitung besaran yield yang kita dapatkan berdasarkan harga sekarang. Yield ini bisa naik dan turun sesuai dengan harga yang terjadi dipasar.
3. Kalau mau menghitung Dividen Yield, jangan lupa potong dulu 10%. Karena 10% dari dividen yang akan terima adalah potong pajak dividen.

Tahukah Anda?
Cara menghitung Dividen Yield (Net) adalah: Besarnya dividen dipotong 10% kemudian dibagi harga (harga modal maupun harga sekarang).
Jika besar dividen adalah 50 Rupiah, Modal Beli adalah 1.000, Harga Sekarang adalah 1.500 maka:
1. Dividen Yield terhadap modal beli : (50 * 0.9) / 1.000 = 4.5% Net
2. Dividen Yield terhadap harga sekarang : (50 * 0.9) / 1.500 = 3.0% Net

Tahukah Anda?
Jika kita mendapatkan rekomendasi saham dari yang ngaku fundamentalis, disertai dengan penjelasan panjang lebar mengenai emiten & laporan keuangan…
Lihat dulu history harga emiten tersebut 5 tahun terakhir.
Kalau harga sudah turun banyak boleh lah kita ikut.
Tapi kalau harga sudah naik, naiknya sudah berapa ratus persen? Itu mau ngajak investasi apa mau suruh kita bantu beli saham dia? hihihihi
Karena biasanya yang namanya fundamentalis ketika harga sedang murah dia pasti diam aja ngumpulin barang. nanti kalau uda naik tinggi baru deh ngajak beli barang dia….
tapi gak semuanya begitu loh ya hihihihi…. hanya sebagian aja

Tahukah Anda?
100% itu sama dengan 1.
100% itu dibaca Seratus PerSen.
1 Rupiah itu adalah 100 Sen.
PerSen… Per Seratus. Jadi 100% itu adalah Seratus Per Seratus.
100/100 = 1

Tahukah Anda?
Dalam menjalankan kegiatannya, setiap perusahaan pasti membutuhkan modal kerja. Modal kerja itu bisa berasal dari Modal Sendiri (Equity) ataupun Modal Hutang (Debt).

Tahukah Anda?
* PBV adalah singkatan dari Price to Book Value atau Rasio Harga dibandingkan dengan Nilai Buku nya.
PBV 1X artinya harga sama dengan nilai bukunya.
PBV 1.5X artinya harga 1.5 kali atau 150% dari nilai bukunya.
* DER adalah singkatan dari Debt to Equity Ratio atau Rasio Modal hutang dibandingkan Modal Sendiri.
DER 1X artinya modal hutang sama besarnya dengan modal sendiri.
DER 2X artinya modal hutang 2X atau 200% lebih besar dari modal sendiri.
* ROE adalah singkatan dari Return on Equity atau Rasio Keuntungan Bersih dibandingkan Modal Sendiri.
ROE 10% artinya keuntungan bersih adalah sebesar 10% dari modal sendiri.
ROE 25% artinya keuntungan bersih adalah sebesar 25% dari modal sendiri.
Pengertian Sederhana PBV DER ROE & DIVIDEN ala Kakdr

Tahukah Anda?
Dividen itu adalah pembagian hasil dari sebagian keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Pembagian dividen itu harus disetujui oleh RUPS. Tetapi ada pembagian dividen yang tidak perlu melalui RUPS. Nah Dividen ini disebut Dividen Interim

Tahukah Anda?
Sebuah perusahaan itu baru bisa berjalan jika terpenuhi 2 syarat:
1. Penanam Modal
2. Pelaksana perusahaan
Jika dalam melaksanakan tugasnya pelaksana perusahaan mendapatkan gaji, bonus, tunjangan lain lain maka adalah wajar jika penanam modal mendapatkan bagi hasil dari keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Karena di taro di bank aja dikasih bunga, masa di tanamkan di perusahaan yang pasti menghasilkan keuntungan lebih besar dari bunga bank malah tidak dapat apa apa?

Tahukah Anda?
Analisa berdasarkan Fundamental , Teknikal ataupun lainnya mencari saham yang berpotensi memberikan keuntungan tetap membutuhkan yang namanya Waktu Tunggu. Menunggu sampai harga mencapai target baru dijual. Nah waktu menunggu itu bisa cepat, bisa lama.
Sama juga dengan KakdrWay. Berusaha mencari saham yang berpotensi memberikan keuntungan dan menunggu sampai harga mencapati target untuk dijual. Bisa cepat bisa lama. Oleh karena itu KakdrWay menambahkan sebuah syarat Dividen rutin itu wajib.

Tahukah Anda?
Syarat utama Kakdrway cuma ada 2:
1. Uang nya harus dingin dalam arti kata minimal 2 tahun tidak diperlukan
2. Sabar

Tahuka Anda?
Standard memilih saham ala KakdrWay yang harus dipenuhi cuma ada 5:
1. Harga minimal sudah turun 50% dari harga tertingginya – lebih banyak lebih bagus
2. PBV < 1 – lebih kecil lebih bagus
3. DER < 1 – lebih kecil lebih bagus
4. ROE harus Positif – lebih tinggi lebih bagus
5. Setiap tahun membagikan dividen

Tahukah Anda?
Averaging Down ala KakdrWay adalah setiap turun 30% (tepatnya 33.4%) dari harga terakhir beli (catat terpisah)
Take Profit ala KakdrWay adalah setiap sudah mencapai target keuntungan yaitu +50%
* 1.000 turun ke 666 = turun 33.4%
* 666 naik ke 1.000 = naik 50%
Coba hitung. Bener gak?

Tahukah Anda?
3 “Tahukah Anda” yang terakhir diatas sudah menghasilkan lebih dari 150 artikel di blog ini. Hihihihi……

Tahukah Anda?
1.000 turun ke 500 itu adalah turun 50%
500 naik ke 1.000 itu adalah naik 100%
sama sama menggunakan 500 dan 1.000 sebagai angka tapi hasilnya berbeda. Oleh karena itu di dunia saham (maupun di dunia lainnya) selalu berusaha mencari yang dari 500 ke 1.000 jangan dari 1.000 ke 500

Tahukah Anda?
Disaat IHSG turun dalam, Ingat ingat saham apa yang kemarin mau kita beli.
Disaat IHSG naik tinggi, Ingat ingat saham apa yang kemarin mau kita jual.
Jangan terbalik!

Tahukah Anda?
Porto itu gak perlu diliat setiap hari (kecuali lu trader lain cerita). Pakai saja Fitur GTC untuk jual beli.
Semakin sering kita melirik porto kita, semakin emosional kita akan berperan dan akhirnya cenderung berspekulasi.
Ada seorang teman di KakdrWay akademi yang hari jumat sore jatuh mental karena porto nya yang hari kamis sudah naik 2% tutup jumat tinggal 0.x%.
“Porto gue minus banyak” katanya
Padahal minggu itu portonya ditutup +0.x% sementara IHSG malah -0.72%
Tapi karena dia liatin portonya tiap hari, pas hari jumat dia merasa portonya jelek karena turun banyak. Tetapi kalau dia hanya liat pada jumat sore dia akan merasa portonya sudah bagus karena disaat IHSG turun portonya malah naik.

Tahukah Anda?
Melanjutkan Tahukah Anda diatas, dengan memperhatikan portonya setiap hari artinya dia sudah membuang waktu produktifnya selama seminggu itu. Tetapi jika sepanjang minggu itu dia gunakan waktu produktifnya untuk mencari penghasilan dari tempat lain, maka penghasilan dari tempat lain itu selain bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari sisanya bisa di Top Up ke RDI nya.
Porto naik 0.x% ditambah Top Up. Jika rutin dilakukan setelah beberapa tahun hasilnya pasti akan jadi sangatttttt besar.

Tahukah Anda?
Kalau kita ingin menjadi trader, maka minimal minimal kemampuan menentukan titik support dan resisten itu adalah kemutlakan.
Jangan mengandalkan informasi dari orang lain.
Sekarang bayangkan, misalkan gue punya 100 member di grup trading gue.
Lalu ada saham AAAA yang uda gue akumulasi sejak harga 500 Rupiah.
di harga 600 gue kasihlah Stock Pick.
“AAAA Beli di harga 600 – TP 660 (cuan 10%) karena uda tembus bla bla bla – Stop Loss 570″
Rame rame 100 member gue (termasuk lu) beli saham AAAA.
Setelah rame rame beli, gue pake lot milik gue siram dari 600 sampai ke harga 570.
100 member panik karena uda kena titik stop loss, rame rame lomba lomba keluar. Jual di harga berapapun oke yang penting harus terjual.
Di harga 565, 560, 555, 550 Buy Bid gue uda menanti untuk buyback barang member yang Cut Loss rame rame. Lumayan dapat uang jajan.

Tahukah Anda?
Jadi retail itu paling enak. Emiten yang mau dibeli banyak, tapi duitnya cuma cukup buat beli 1 atau 2 emiten doang. Saham yang mau dibeli ada 10, tapi duit cuma ada 2jt. Pasang aja GTC buy 10 emiten itu lebih murah 10% dari harga yang diinginkan. Nanti setelah 2 GTC dapat sisa 8 tinggal dibatalkan. Baru beli sudah untung

Tahukah Anda?
Yang namanya keuntungan (nilai tambah) itu tidak selalu harus dalam bentuk uang.
Waktu & Lot juga adalah bentuk keuntungan.
Jika sekarang kita membeli saham ABCD di harga 500 Rupiah yang (menurut sejarah) selalu membagikan dividen 50 Rupiah setiap tahun.
Lalu di harga 1.500 kita menjualnya.
Ini kita mendapatkan keuntungan dalam bentuk Rupiah.
Tetapi setelah dijual kemudian harga turun ke 1.250 misalnya dan ada pengumuman pembagian dividen 50 Rupiah. Dan kita buyback. Maka dengan uang yang kita dapatkan ketika menjualnya, kini kita bisa mendapatkan Lot 25% lebih banyak daripada ketika kita menjualnya.
Jual 100 Lot Buyback 125 Lot. Keuntungan berupa rupiah menjadi hilang, tetapi muncul keuntungan berupa Lot & banyaknya dividen yang akan kita terima. Awalnya hanya menerima dividen 100 Lot sekarang bisa menerima dividen 125 Lot. Ini kita mendapatkan keuntungan dalam bentuk Lot & Dividen.
Atau misalnya kita membeli saham ABCD dengan karena pertimbangan dividen yield yang besar tahun depan. Kebetulan saat itu juga harga ABCD turun sampai ARB, tetapi setelah kita beli ternyata harga malah rebound dan malah ARA. Jika kita langsung jual saat itu juga, maka kita mendapatkan keuntungan dalam bentuk Capital Gain & waktu tunggu

Tahukah Anda?
Risk selalu berbanding lurus dengan Reward.
Semakin besar reward yang kita cari, semakin besar risk yang kita hadapi. Demikian pun sebaliknya.
Contoh dalam permainan Roulette
Jika kita bertaruh 1.000 Rupiah di angka berwarna hitam, maka kemungkinan tebakan kita benar adalah 1/2 atau 50% (warna angka roulette hanya ada hitam dan merah). Tetapi risk dan rewardnya adalah sama. Jika keluar angka hitam kita menang 1.000 jika keluar angka merah kita kehilangan 1.000.
Jika kita bertaruh 1.000 Rupiah di angka 1, maka kemungkinan tebakan kita benar hanyalah 1/38 atau 2.6% (Roulette memiliki angka 1 sampai 36 plus angka 0 plus angka 00). atas kemungkinan benar yang hanya 2.6% tersebut, reward yang ditawarkan adalah sebesar 36X. Jika keluar angka selain 1 kita kehilangan 1.000 Rupiah. Tetapi jika keluar angka 1 kita menang 36.000 Rupiah.

Tahukah Anda?
Sebelum menentukan target profit, lebih baik kita cari tahu dulu keadaan kita. Berapa besar modal kita?
Modal 5 juta rupiah jika menargetkan keuntungan sampai 100%, keuntungannya adalah 5 juta Rupiah.
Modal 50 juta rupiah jika menargetkan keuntungan 20% saja, keuntungannya adalah 10 juta Rupiah.
Target yang tinggi selalu diiringi dengan resiko yang juga tinggi (baca Tahukah Anda diatas).
Jika modal kita sekarang hanya 5jt, bisa mendapatkan untung 100% pun nominalnya hanya 5 juta. Tetapi jika kita fokus pada saham saham defensif yang rutin membagikan dividen sambil ditambah top up rutin. Maka ketika modal kita menjadi 50 juta nanti, untung 20% nominalnya sudah 10jt. Sudah lebih besar dari nominal untung 100% dengan modal 5jt.

Tahukah Anda?
Yang kita kejar dari investasi atau usaha kita adalah Persentase (%)
Tetapi yang kita pakai untuk kehidupan sehari hari adalah Rupiah (Rp.)
Jadi:
A. Modal 5 juta – Target untung 100% – Resikonya lebih besar – Untungnya hanya 5 juta.
B. Modal 50 juta – Target untung 20% – Resikonya lebih kecil – Untungnya sampai 10 juta.
Elu pilih yang mana?

Tahukah Anda?
Jangan pernah trading / Invest pake hutang atau margin. Mengapa?
Karena dengan menggunakan hutang, baru mulai kita uda kalah duluan. Ada kewajiban (bunga) yang langsung di bebankan kepada kita. Jika trading / invest menghasilkan keuntungan, maka keuntungan tersebut bukanlah milik kita, tetapi untuk bayar bunga. keuntungan selanjutnya baru untuk kita.
Sementara probabilitas dari setiap tindakan kita adalah Untung atau Rugi. Nah dengan menggunakan Hutang atau Margin maka kita menambahkan 1 probabilitas rugi lagi kedalamnya. sehingga probabilitas nya berubah menjadi Untung atau Rugi atau Rugi. 1/3 kemungkinan untung atau 2/3 kemungkinan rugi.
baca perhitungan efek bunga hutang di artikel Investasi/Trading di Saham dengan Menggunakan Hutang

Tahukah Anda?
Jika kita melempar sebuah koin dan menebak sisi angka menghadap keatas, maka kemungkinan tebakan kita benar adalah 50% (50:50) karena uang koin memiliki 2 sisi, angka dan gambar.
Tetapi jika kita melempar sebanyak 100X maka kita akan memiliki 100X kesempatan menebak dengan tepat walaupun setiap kali lemparan koin, kemungkinan tebakan tepat tetap hanyalah 50% (50:50).
Kalau di judi, jika kita menebak naik dan ternyata hasilnya adalah turun, maka kita akan langsung kehilangan uang yang kita pertaruhkan. Kalau mau bertaruh lagi, kita harus keluarkan uang lagi.
Tetapi di saham, jika kita menebak naik dan ternyata hasilnya adalah turun, uang kita tidak hilang/habis. Selama kita tidak mau mengaku kalah (Cut Loss) kita masih bisa melanjutkan permainan sampai hasilnya naik tanpa harus keluar uang lagi.
Ingat! selama kita tidak mengaku kalah, kita bisa tetap melanjutkan permainan tanpa harus mengeluarkan uang lagi.
Enaknya lagi di saham, selama menunggu sampai keluar hasil naik, setiap tahunnya kita dikasih ongkos tunggu berupa dividen. Ingat lagi, selama saham yang kita beli sudah benar.

Tahukah Anda?
Ngesot adalah istilah KakdrWay yang kurang lebih adalah tindakan menjual dahulu saham yang kita miliki dengan harapan membeli kembali di harga yang lebih rendah dari harga jualnya.
Jika kita ngesot 1 Lot saham ABCD di harga 1.000 dan berhasil membeli kembali di harga 900, maka itu artinya kita mendapatkan kembali 1 Lot ABCD kita dan kini ditambah uang sebesar 10.000 Rupiah.
Ada 2 syarat utama yang sudah tidak bisa diganggu gugat dalam ngesot ala KakdrWay yaitu :
1. Jual harus saham yang sudah untung
2. Pasrah
Mengapa pasrah? karena setelah menjual, akan ada 2 konsekuensi yang akan terjadi yaitu harga turun kembali atau harga malah naik terus.
Jika setelah dijual ternyata harga turun kembali, itu artinya kita berhasil mendapatkan kembali lot yang kita jual sebelumnya dan mendapatkan selisih uang dari harga jual dan beli kembali.
Tetapi jika setelah dijual ternyata harganya naik terus, itu artinya kita harus mau menerima kenyataan bahwa tindakan kita salah atau anggap aja rejeki kita hanya sampai disini.
1 Pantangan besar ngesot dalam Kakdrway adalah, Pantang buyback di harga yang lebih tinggi dari harga jual. karena itu artinya kita malah mengalami kerugian 2x, yaitu kerugian berupa harga beli kembali yang lebih tinggi ditambah harus menanggung 2x fee yang akan timbul akibat jual dan beli tersebut.
Penjelasan ngesot lebih mendetail bisa dibaca di NGESOT
Praktek ngesot bisa dibaca di KakdrWay – Ngesot (yang berakhir indah)

Tahukah Anda?
Jika awalnya kita membeli selembar saham seharga 100.000 dan kemudian kita jual di harga 150.000
Ini disebut Penjualan, dan atas penjualan tersebut kita mendapatkan keuntungan sebesar 50%
*rumus ((150.000 – 100.000) / 100.000) * 100%
Tetapi jika kemudian di harga 105.000 kita beli kembali, maka ini tidak bisa disebut lagi sebagai penjualan. Karena kita masih memiliki selembar saham tersebut. KakdrWay lebih suka menyebutnya sebagai Bonus atau Dividen. Lalu berapa besarkah Bonus atau Dividen tersebut? Bonus atau Dividen tersebut adalah sebesar 42.8%
*rumus ((150.000 – 105.000) / 105.000
Ada kondisi baru disini yaitu Modal selembar saham kita kini bukan lagi 100.000 tetapi 105.000 (karena memang kita membeli kembali dengan uang 105.000) tetapi atas kenaikan modal tersebut kita diberikan kompensasi berupa Bonus atau Dividen sebesar 42.8%

Tahukah Anda?
Jika kebun saham kita sudah jadi, maka kita bisa memanfaatkan kebun kita di banyak kondisi IHSG. Uptrend , Downtrend maupun Sideways.
Baca : Ayo Berkebun (Nabung) Saham – ANS , Pengertian Uptrend, Downtrend, Sideways
Disaat IHSG sedang uptrend, kita fokus ke take profit (nabung uang)
Disaat IHSG sedang downtrend, kita fokus ke beli saham (belanja uang)
Disaat IHSG sedang sideways, kita fokus ke ngesot (rebalancing porto, menukar emiten yang baik ke yang lebih baik).
Baca : Ayo Berkebun (Nabung) Saham – ANS , Pengertian Uptrend, Downtrend, Sideways , Ngesot

Tahukah Anda?
KakdrWay membagi penyebutan pembelian dalam 2 sebutan.
Pembelian pertama kali disebut Biang dan pembelian selanjutnya disebut AVG

Tahukah Anda?
Kakdr tidak pernah Take Profit (biang maupun avg) sekaligus, tetapi dibagi menjadi:
Pembelian AVG : 2X TP , yaitu 50% lot di +50% dan sisanya di +100%
Pembelian Biang : 4X TP , yaitu 25% lot di +50% , 25% lot di +100% , 25% lot di +200% dan sisanya lihat keadaan (kalau butuh uang).

Tahukah Anda?
Seringkali gue ditanya, harga wajarnya berapa?
KakdrWay selalu menganggap Harga Wajar adalah sama dengan Nilai Buku. PBV = 1X BV
Jika PBV sudah lebih besar dari 1X, maka itu adalah faktor faktor lain yang di tambahkan sendiri oleh pasar sehingga harga wajarnya menjadi berbeda beda.
Bagi yang tidak suka harga wajarnya adalah setara nilai bukunya.
Bagi yang suka harga wajarnya mungkin jadi 2X nilai bukunya.
Bagi yang suka banget harga wajarnya mungkin jadi 3X atau 4X dan seterusnya.
Jadi harga wajarnya berapa?

Tahukah Anda?
Jika kita sekarang memiliki uang 1.000.000 dan dibelikan saham AAAA di harga 1.000, maka dengan uang tersebut kita bisa membeli AAAA sebanyak 10 Lot (1.000.000/1.000/10).
Jika kemudian AAAA naik dari harga 1.000 ke 1.100 dan saat bersamaan ada saham BBBB yang turun dari harga 1.000 ke 900, maka jika kita menjual 10 lot AAAA sekarang kita bisa membeli 12 Lot BBBB dan masih menyisahkan uang sebanyak 20.000
Jika kemudian BBBB naik dari harga 900 ke 1.100 dan saat bersamaan saham AAAA turun dari 1.100 ke 900, maka jika kita menjual 12 lot BBBB sekarang kita membeli kembali AAAA sebanyak 14 Lot dan kembali menyisakan uang sebanyak 60.000
Pada posisi ini, uang 1 juta yang awalnya hanya mendapatkan 10 lot AAAA sekarang telah berubah menjadi 14 lot AAAA ditambah lagi uang sebesar 80.000 (20.000 + 60.000)
Kuncinya apa?
Jual harus lebih tinggi dari harga beli, beli harus lebih rendah dari harga jual.

Tahukah Anda?
Jangan iri dengan kinerja portofolio orang lain, lebih baik kita fokus dengan portofolio kita sendiri.
Jika si A bilang kinerja porto nya setahun bisa +50% sementara kinerja kita hanya bisa 10%, daripada kita habiskan waktu untuk mengejar bisa kinerja dari +10% menjadi +50% (naik 5X lipat tentu dengan resikonya) lebih baik kita habiskan waktu untuk top up modal kita sampai 5X lipat besarnya dari sekarang.
A modal 10 juta cuan 50% = cuan 5 juta
Kita modal 10 juta KALI LIMA cuan 10% = cuan 5 juta. Nanti seiring waktu baru pelan pelan kita naikan target 10% menjadi 11%, 12%, 15% dan seterusnya.
Yang kita kejar di portofolio kita adalah persentasenya. Tapi yang kita pakai sehari hari adalah nominalnya.

Tahukah Anda?
Semua pasti ada prosesnya, ibu hamil pasti membutuhkan waktu 9 bulan sampai bisa melihat buah hatinya. Demikian pun dengan portofolio kita, butuh waktu juga untuk bertumbuh.
Bayangkan jika calon orang tua tidak sabaran dan memaksakan janin lahir sebelum 9 bulan. Apa yang akan terjadi? demikian pula dengan portofolio kita. Semua akan indah pada waktunya. Asal pemilihan emitennya sudah benar.

Tahukah Anda?
Artikel ini sudah tidak diupdate lagi per 31 Desember 2019 dan pindah ke artikel KakdrWay – Tahukah Anda? (2020 – Update Terus)

About Kakdr 245 Articles
Founder of "Kakdr Way (Ncek Glodok Style)" --- Aliran Penangkap Pisau Jatuh Anti Cut Loss

4 Comments

  1. Sya suka baca semua artikel disini. Logikanya sederhana&bisa dimengerti. Org pinter itu bisa mensederhanakan hal2 yg rumit, bukan malah sebaliknya utk keliatan pinter. Terus update krn smakin byk yg baca, praktek terus untung maka karma baik Kakdr akan 2x lipat dari untungnya si praktisi, hihihi..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*